Tentang Jawa Tengah

Secara administratif, Jawa Tengah ditetapkan sebagai salah satu Provinsi dengan Undang-undang No.10/1950 tanggal 4 Juli 1950. Jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 Km dan dari Utara ke Selatan 226 Km (tidak termasuk pulau Karimunjawa). Provinsi Jawa Tengah terbagi menjadi 29 Kabupaten dan 6 Kota dan luas wilayah sekitar 25,04 persen dari luas pulau Jawa.

Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di bagian barat, sedangkan di bagian timur berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur. Di sisi utara Laut Jawa, sedangkan di sisi selatan berbatasan dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Jawa Tengah mencapai 33,2 juta orang . Sebagian besar bekerja di sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dll. Selain dari suku-suku asli, ada juga beberapa suku bangsa asing yang tinggal di provinsi ini. Kebanyakan dari mereka adalah Arab, Cina, Hindi dan Pakistan. Adapun untuk perempuan pribumi, sebagian besar generasi tua mengenakan pakaian "Kebaya", sementara mereka yang remaja dan orang dewasa mengenakan pakaian modern, seperti blus dan rok, atau celana. Adapun orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan memakai sarung dan kemeja. Orang Jawa terkenal dengan keramahan mereka, kesopanan dan keramahan, kebiasaan Jawa yang khas.

Bahasa resmi masyarakat Jawa Tengah adalah bahasa nasional, yakni Bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa sehari-harinya adalah bahasa Jawa, yang terdiri dari berbagai dialek. Antara lain, bahasa Jawa yang diucapkan di Banyumas, Tegal, Pekalongan, Pati dan daerah Surakarta. Hanacaraka ( Huruf Aksara Jawa ) memiliki 20 huruf dasar. Sebagai pendamping, setiap suku kata memiliki pasangan kata untuk mengikuti suku kata mati atau tertutup. Di dalam aksara Jawa juga dikenal huruf kapital atau Aksara Murda untuk menulis nama gelar, nama diri, geografi atau lembaga. Struktur masyarakat Jawa dapat dilihat dari penggunaan kosakata dalam berkomunikasi antara satu orang dengan orang lainnya. Pada waktu menggunakan bahasa daerah, seseorang harus memperhatikan dan membedakan keadaan berdasarkan usia maupaun status sosialnya.

Ditinjau dari tingkatannya, ada dua macam bahasa Jawa , yakni bahasa Ngoko dan bahasa Krama. Bahasa Ngoko memiliki tingkatan paling rendah dan kurang sopan. Bahasa ini digunakan oleh anak-anak ke temen-teman sebayanya atu terhadap mereka yang golongan usianya lebih muda. Sedangkan bahasa Krama adalah tingkatan bahasa yang lebih halus dan sopan. Pengguna bahasa krama mencerminkan budi pekerti.

Jawa Tengah, tak diragukan lagi sebagai salah satu pusat peradaban Jawa. Bukti-bukti peradaban ini masih ditemukan, tidak hanya pada peninggalan arkeologi seperti candi Hindu dan Buddha, tetapi juga kerajinan, seni musik dan tarian, dan kebiasaan sehari-hari masyarakat yang bergerak secara alami.