Berburu Barang Antik Di Pasar Triwindu Solo

by Admin 135 views

Selama ini Kota Surakarta atau Solo terkenal dengan budaya, batik dan kulinernya. Nilai-nilai budaya Kota Surakarta bisa dilihat melalui dua keraton yang masih berdiri di sana, yaitu Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran.

Sedangkan batik telah menjadi bagian dari budaya di Kota Surakarta. Terdapat beberapa kampung batik di Kota Surakarta, antara lain adalah Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan. Kuliner khas di Kota Surakarta juga beragam dan memiliki cita rasa yang unik. Mulai dari serabi Notosuman, nasi liwet, selat Solo, soto gading, nasi timlo, sup matahari, tengkleng, satai buntel, hingga cabuk rambak. Selain terkenal dengan budaya, batik dan kulinernya, Kota Surakarta juga terkenal dengan pusat barang antik. Pasar Triwindu merupakan pusat barang antik di Kota Surakarta.

Noor Aini Rachmawati selaku Public Relation and Advertising Ezytravel.co.id menjelaskan pasar Triwindu memiliki nama lain Pasar Windujenar. Menurut sejarah, Pasar Triwindu berdiri sejak 1939. Pasar ini diselenggarakan untuk meramaikan acara naik tahta Adipati Sri Mangkunegara VII yang ke 24 atau tiga windu (Triwindu). Dahulu tanah pasar merupakan milik Pura Mangkunegaran kemudian beralih menjadi milik Pemerintah Kota Surakarta. Pada tahun 2011, Pasar Triwindu dibuka dan diresmikan oleh Walikota Surakarta, Bapak Joko Widodo dan namanya berubah menjadi Windujenar. Sejak saat itu, Pasar Triwindu menjadi pusat barang antik di Kota Surakarta.

Pasar Triwindu terletak di kawasan koridor budaya Ngarsopuro, di seberang Pura Mangkunegaran. Tepatnya di Jalan Diponegoro, Keprabon, Kota Surakarta. Tidak jauh dari Jalan Slamet Riyadi. Jika dari kota Semarang, Pasar Triwindu, Kota Surakarta bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam perjalanan.

Di sekitar pasar juga terdapat beberapa tempat kuliner, antara lain adalah Omah Sinten dan Es Krim Tentrem. Pasar barang antik ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pasar Triwindu memiliki bentuk bangunan berupa bangunan joglo dengan yang komponen utamanya berupa kayu. Jumlah kios di Pasar Triwindu mencapai 257 kios yang tersebar di dua lantai. Lantai satu didominasi oleh kios barang antik. Sedangkan untuk lantai dua, ada beberapa kios yang menjual onderdil bekas. Pasar ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum, seperti kantin, kantor pengelola, musala, toilet, tempat bongkar muat barang, dan lahan parkir.

Pasar Triwindu  merupakan pasar yang khusus menjual benda-benda kuno dan antik. Berbagai benda kuno bisa ditemukan disini, mulai dari gramafon, alat dapur, aksesoris, koin kuno, kain batik, uang kuno, topeng, pusaka, radio bekas, perkakas rumah tangga, lampu kaca, barang keramik, perlengkapan membatik, penggiling kopi, poster jadul, hingga buku jadul. Bahkan disana juga terdapat mainan tradisional, yaitu congklak (dakon) dan kelereng (gundu). Pasar ini sangat ramai dikunjungi oleh para kolektor barang antik. Baik dari dalam negeri, maupun mancanegara. Selain menjadi pusat barang antik, Pasar Triwindu menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Surakarta.

Tidak semua barang antik yang dijual di Pasar Triwindu merupakan asli. Ada barang tiruan yang dibuat menyerupai dengan bentuk aslinya. Sebaiknya pengunjung tidak sungkan untuk bertanya kepada pedagang tentang kondisi barang. Pembeli juga harus jeli membedakan antara barang yang asli dengan barang tiruan. Harga barang di Pasar Triwindu sangat bervariasi. Tergantung dari usia barang, sejarah, dan kondisi barang. Harganya belum pasti dan masih bisa ditawar. Pengunjung bisa menawar harga hingga setengah harga. Selain itu, di pasar ini juga masih menerapkan sistem barter barang. Harga dan barang bisa diatur, asal kedua belah pihak cocok dan sepakat.

Beberapa alasan mengapa Pasar Triwindu wajib dikunjungi ketika berada di Kota Surakarta adalah kualitas dan nilai barang yang dijual akan memberikan kepercayaan kepada para pemburu barang antik. Keramahan penjual akan memberikan kesan tersendiri kepada pengunjung, fasilitas umum yang lengkap akan memberikan kenyamanan kepada pengunjung, harga yang terjangkau dan koleksi di pasar ini memberikan banyak pilihan kepada pengunjung.

 

 

Sumber : www.republika.com