Majukan Pariwisata Solo, Harris Pop! Hotel & Conventions Solo Photo Hunt Di Pasar Gede

by Admin 88 views

SOLO—Promosi pariwisata tidak melulu dengan pameran atau mengadakan acara di daerah sasaran. Kompetisi foto yang mendatangkan fotografer dari berbagai kota bisa menjadi salah satu cara jitu menarik wisatawan. Foto hasil karya para fotografer tersebut tentu akan disebar ke seluruh Indonesia, bahkan dunia, terutama di tempat sang fotografer berasal.

Harapan inilah yang disematkan manajemen Harris Hotel & Convention Solo pada kompetisi fotografi Harris Photo Hunt yang digelar di kawasan Pasar Gede, Solo, Sabtu (10/3/2018). Melalui ajang ini manajemen hotel yang segera beroperasi di Solo itu ingin menangkap keistimewaan Solo sehingga layak jadi tujuan wisatawan.

Marketing Communications Manager Harris Pop! Hotel & Conventions Solo, Ery Fibriani, mengatakan ajang photo hunt selalu digelar sebelum Hotel Harris membuka properti baru.

Harris Hotel & Convention Solo adalah hotel pertamanya di Jawa Tengah. Dia berharap ekspresi kehidupan masyarakat yang terekam dalam setiap kamera peserta Harris Hotel Hunt dapat mengomunikasikan dan mengekspresikan ciri khas masyarakat Solo sekaligus brand Hotel Harris.

“Upaya semacam ini efektif untuk mempromosikan kota dan memperkenalkan kehadiran hotel kami di kota tersebut,” tutur Ery kepadaSolopos.com, Sabtu. 

Harris Photo Hunt di Solo tidak hanya diikuti fotografer asal Solo, justru kebanyakan berasal dari Bali, Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Jogja. Masing-masing peserta Harris Photo Hunt bisa mengikutsertakan tiga foto dalam kompetisi tersebut. Foto-foto itu selanjutnya diunggah di media sosial dan 60 foto terbaik akan dipajang di kamar Harris Hotel & Convention Solo.

Pencipta foto terbaik juga mendapatkan hadiah yang bakal diberikan saat pembukaan Harris Hotel & Convention Solo, April mendatang.

“Juara I akan dapat hadiah uang Rp15 juta, juara II senilai Rp10 juta, dan juara III Rp7,5 juta. Juara runner up akan mendapat masing-masing Rp1,5 juta,” kata General Manager Harris Hotel & Convention Solo, Yudi Alamsyah.

Salah satu peserta lomba fotografi, Dimas Aribowo, warga Laweyan, Solo, sangat antusias mengikuti acara ini. Dia membidikkan kamera dan memotret kesibukan pedagang dan pengunjung Pasar Gede dari berbagai arah sudut pandang, Sabut. Sisi human interest menjadi fokus bidikannya.

“Biasanya kalau street fotografi sendirian agak malas juga, hari ini seru banget. Banyak temannya, jalan-jalan sambil foto rame-rame,” kata Dimas, saat berbincang dengan Solopos.com seusai Harris Photo Hunt.

Dia bersama 168 fotografer punya waktu dua jam untuk mengambil foto di Pasar Gede, sekitar Museum Bank Indonesia, Benteng Vastenburg, perempatan Gladak, hingga Alun-alun Utara Keraton Solo.

“Dua jam untuk mengeksplorasi kawasan-kawasan itu ternyata nggakcukup. Waktu saya tadi habis di Pasar Gede, alhamdulillah masih sempat ambil gambar di Bank Indonesia  dan Benteng Vastenburg,” tutur Dimas.

Sebagai warga Solo, Dimas senang bisa ikut ajang Harris Photo Hunt yang mengambil tema The Spirit of Solo. Selain menyalurkan hobi fotografi, dia yakin kompetisi foto ini semakin memajukan pariwisata Solo.

“Yang jelas pariwisata Solo bakal semakin nge-hits,” tutur dia.

Promosi memang menjadi kendala pariwisata Solo. Belum ada program promosi yang optimal menggenjot jumlah wisatawan. Hal itu bisa dilihat dari turunnya kunjungan wisatawan ke objek destinasi tujuan wisata (ODTW) Kota Solo di Solo pada 2017. Tahun 2016, kunjungan wisatawan domestik mencapai 3.057.776 orang dan wisman 13.599 orang. Tahun 2017, angka kunjungan turun menjadi 3.053.390 wisatawan domestik dan 12.231 wisman.

 

 

Sumber : www.solopos.com