Balekambang Bakal Rombak Gedung Seni Berstandar Internasional

by Admin 14 views

SOLO - Gedung Kesenian Ketoprak Balekambang bakal naik kelas. Tahun depan, bangunan lawas tersebut bakal direnovasi agar memenuhi standar internasional.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balekambang Sumeh mengatakan, pelaksanaan perbaikan gedung kesenian yang berada satu bangunan dengan UPT setempat itu bakal dilakukan 2019. Tak tanggung-tanggung, alokasi anggaran miliaran rupiah telah disiapkan. 

“Kalau tidak salah anggarannya Rp 2 miliar lebih dari dana APBD. DED (detail engineering design) selesai tahun ini agar renovasi bisa dilaksanakan tahun depan,” kata Sumeh saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (9/10).

Renovasi gedung kesenian tersebut digadang bakal bertaraf internasional. Ini dilakukan sebagai wujud apresiasi pemerintah kota atas semangat pekerja kesenian yang tidak pernah luntur untuk melestarikan budaya ketoprak di Kota Bengawan. 

“Renovasi bertaraf internasional ini nanti meliputi perubahan desain tempat duduk penonton dan pemaksimalan lain dari sisi pemanggungan seperti pencahayaan, tata suara, perangkat alat musik (gamelan), dan lainnya,” kata dia. 

Sayangnya, renovasi bertaraf internasional itu bakal mengangkat jumlah tempat duduk di gedung kesenian tersebut. Dari 500 kursi yang tersedia saat ini, nantinya bakal menyisakan 240 kursi saja. Artinya, ada ratusan kursi yang akan hilang dan mengurangi potensi kunjungan di tempat itu. 

“Kami pikir tak masalah, soalnya setiap pementasan pengunjung hanya 200-300 orang. Itu pun hanya setiap malam minggu pentasnya dari dua grup ketoprak berbeda,” jelas Sumeh.

Dengan renovasi tersebut, pihaknya berharap aktivitas seni di bangunan itu bisa makin sering digelar. Jika selama ini dua grup kesenian bergantian tiap pekannya, maka nantinya mereka bisa melebur dalam satu nama dan beraktivitas sesering mungkin. Sehingga tiket pentas yang hanya Rp 10 ribu itu bisa cukup bermanfaat bagi mereka. 

“Biasanya pemain itu hanya dapat Rp 20 ribu tiap pentas. Kalau nanti sering pentas maka pemasukan mereka akan lebih stabil. Tentunya kami mengharapkan pentas yang makin bagus dan bertaraf internasional,” kata Sumeh.

Kepala Dinas Pariwisata Surakarta Hasta Gunawan membenarkan wacana renovasi tersebut. Saat ini pihaknya terus merampungkan DED perbaikan gedung kesenian tersebut. Sehingga anggaran Rp 2 miliar itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. 

“Harapannya nanti bisa memaksimalkan kunjungan di Taman Balekambang. Tujuannya di sana jadi destinasi wisata utama kota Solo,” tutup Hasta. (ves/mg9/bun)

 

 

Sumber : www.jawapos.com