Kepuasan Tersendiri Ketika Rasa Penasaran Terobati Berswafoto Di Sejumlah Objek Wisata Di Purbalingga

by Admin 11 views

WARGIYANTO Ari Wibowo (42) dan istrinya nampak letih setelah berjalan mendaki sejauh sekitar 600 meter. Dia istirahat sejenak di pos I menuju puncak Bukit Mertelu. Sembari melepas lelah, mereka menyempatkan diri untuk berswafoto dengan latar belakang tempat ketinggian.

"Saya datang ke sini karena melihat foto unggahan teman saya di facebook. Kok saya yang asli Purbalingga tidak tahu. Teman saya yang dari Banjarnegara malah tahu dan sudah ke sini," kata pria, yang tinggal di Perum Griya Abdi Kencana, Kelurahan Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga ini, Minggu (4/11) lalu.

Setelah dirasa tenaganya pulih, ia dan istrinya kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak yang jaraknya hampir 1 kilometer. Sesampai di puncak, pemandangan yang indah terhampar dari ketinggian. Kebetulan puncak Bukit Mertelu berakhir di ujung tebing. Namun pengelola sudah memasang pagar pengaman untuk keselamatan para pengunjung yang hendak berswafoto dengan berlatar belakang awan.

"Ternyata setelah sampai puncak, kelelahan saya terbayar. Apa yang saya lihat di facebook, sama seperti apa yang saya lihat di sini. Udaranya sejuk," katanya.

Bukit Mertelu, salah satu destinasi wisata alam yang baru di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet. Lokasi ini dikelola oleh Pokdarwis dengan menampilkan pemandangan yang eksotis dari atas ketinggian.

"Kami terus berbenah dengan mengedepankan keselamatan dan keamanan bagi para pengunjung. Kami tidak ingin pengunjung yang datang ke sini kecewa. Jangan sampai bagus di foto tapi kenyataannya tidak," kata pengelola Bukit Mertelu, Sugeng Utomo.

Kunjungan wisatawan ke Bukit Mertelu tidak lepas dari promosi yang gencar pengelolanya, terutama melalui lini masa, facebook, instagram, dan twiter. Pengelola mengajak calon wisatawan untuk datang ke tempat wisata itu. Tidak hanya ke Bukit Mertelu, tapi destinasi wisata lain di Kabupaten Purbalingga.

Yang paling fenomenal adalah angka kunjungan wisatawan ke Goa Lawa di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja. Objek wisata yang sejak tahun ini ditangani oleh PD Owabong itu, hanya dipoles dengan penambahan tata cahaya warna-warni seperti goa di Guang Zhou Tiongkok dan pembuatan kafe di dalam goa.

Unggahan-unggahan foto di lini masa baik oleh pengelola mau pun warga sekitar, ternyata benar-benar menarik pengunjung entah dari Purbalingga sendiri mau pun luar kota. Pengunjung yang datang ke Goa Lawa juga berperan besar dalam menyedot wisatawan lain. Unggahan mereka melalui akun media sosialnya membuat semakin viral.

"Pada lebaran lalu misalnya, hanya dalam seminggu liburan, pengunjungnya mencapai 27.000 lebih. Jumlah itu melampaui jumlah kunjungan saat lebaran sebelumnya. Tahun lalu 10 hari hanya 18.000 wisatawan," kata Dirut PD Owabong, Hartono.

Seorang pengunjung, Oktaviani (21) asal Jakarta, Sabtu (3/11) mengungkapkan, dia yang tengah pulang ke Semarang sengaja mampir ke Goa Lawa karena melihat unggahan netizen. Dia penasaran dengan keunikan warna-warni cahaya lampu yang berubah-ubah seperti di akun instagram.

"Banyak foto-foto di instagram teman saya yang viral tentang Goa Lawa. Kini rasa penasaran saya terobati. Di dalam goa sungguh indah, kami juga bisa menikmati minum kopi di kafe di dalam goa. Udaranya sejuk karena di kaki Gunung Slamet. Ini satu-satunya di Indonesia," katanya.

Lain halnya dengan Aditya Wisnu Wardana (38) warga Kelurahan Wirasana, Kecamatan Purbalingga. Dia sering berkunjung ke tempat-tempat wisata baru yang berlatar belakang keindahan alam karena diajak istrinya, Intan. Seperti saat dia datang ke Curug Sumba di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, akhir pekan lalu.

"Istri saya senang datang ke curug. Dia kalau lihat curug di facebook atau instagram dan belum pernah didatangi, dia langsung mengajak keluarga untuk pergi ke sana. Hampir semua curug sudah kami datangi dan kami tidak pernah kecewa. Air terjun yang difoto di sosial media tidak jauh berbeda di kenyataannya," ungkapnya.

Teknologi informasi diakui sangat memengaruhi kehidupan masyarakat. Pemanfaatan lini masa secara positif sebagai media promosi suatu produk yang dikemas dengan baik sebagai pencitraan, akan menarik rasa penasaran pengguna lini masa tersebut, tidak terkecuali dunia pariwisata.

"Tempat-tempat wisata baru berlomba-lomba membuat spot selfie untuk para pengunjung agar mereka bisa eksis di media sosial dengan mengunggah foto dengan sudut pandang yang menarik," kata Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Prayitno, Rabu (7/11).

Namun sayangnya, banyak pengelola wisata baru itu yang hanya mengandalkan wisata swafoto. Imbasnya, para wisatawan yang sudah datang ke lokasi tersebut, akan cepat merasa bosan. Belum lagi jika ternyata lokasi wisata itu di luar ekspektasi, artinya kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang ada di foto. Wisatawan itu hanya akan datang sekali dua kali saja, setelah itu malas untuk datang lagi karena sudah menuntaskan rasa penasarannya.

Nah, berkaca pada hal itu, Dinporapar Kabupaten Purbalingga tak hentinya memberikan pemahaman kepada pengelola wisata bahwa wisata digital itu harus dibarengi dengan inovasi atau memberikan sesuatu yang baru secara berkala agar wisatawan selalu penasaran untuk berkunjung.

Di objek wisata Curug Dhuwur Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari misalnya. Selain menawarkan tempat yang nyaman dan asri untuk beristirahat dan berswafoto, pengelola juga memberikan atraksi clift jumping atau terjun bebas. Atau di objek wisata Telaga Situ Tirta Marta Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, pengunjung bisa berswafoto menaiki motor di dalam air yang jernih.

"Atau di Kutabawa Flower Garden di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, pengunjung bisa berswafoto dengan latar belakang hamparan bunga. Atau di spot-spot dengan jenis bunga yang berbeda. Di situ, pengelolanya, tiap bulan selalu menanam jenis bunga yang baru, sehingga pengunjung tidak hanya berfoto dengan latar belakang yang monoton saat berkunjung lagi," katanya.

 

 

 

Sumber : www.suaramerdeka.com