Meski Meriah, Ini Kekurangan Solo Batik Carnival

by Admin 72 views

Merdeka.com, Jawa Tengah - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Solo Batik Carnival (SBC) yang telah terlaksana selama 10 tahun. Bahkan SBC telah memperkuat branding Solo sebagai Kota Batik.

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kemenpar, Tazbir, ajang SBC ke X membuktikan eksistensi Kota Solo dalam mempromosikan diri sebagai kota batik. Namun begitu, sebagai sebuah karnaval hendaknya SBC juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.

"Kota Solo konsisten 10 kalinya lewat SBC mempromosikan sebagai kota batik yang mendunia. Tapi karnavalnya belum. Poin karnaval itu tidak hanya mempersiapkan produk, tapi bisa mendatangkan tamu asing luar negeri ke sini, bisa memenuhi (okupansi) hotel," ujar Tazbir, Sabtu (15/7).

Ia menilai, tujuan penyelenggaraan SBC seharusnya berkiblat pada acara Jember Fashion Carnaval (JFC). Dengan banyaknya seniman di Kota Solo, dia yakin SBC bisa mengikuti popularitas JFC.

Hal itu juga perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), dan sebagainya.

"Solo harus ke sana (mengikuti JFC). Solo itu Kota banyak seniman yang perlu dikapitalisasi menjadi duit. Karena yang diukur berapa banyak tamu yang datang ke sini. Jadi begitu masuk hotel, tamu sudah tahu. Kami berharap SBC menjadi event yang punya nama besar, menjadi salah satu ikon karnaval yang diperhitungkan sehingga bisa memberi andil real terhadap kunjungan wisatawan," pesan Tazbir.

Dari pantauan, Grand Carnival SBC yang mengambil start dari depan Stadion Sriwedari di Jalan Bhayangkara dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Ratusan penampil, termasuk dari JFC dan Cirebon Caruban Carnival, berjalan menuju Jalan Slamet Riyadi, Ngarsopuro menuju panggung lain di Benteng Vastenburg. Alhasil, karnaval yang mengusung tema Astamurti Kawijayan ini menyedot perhatian masyarakat yang ramai menonton.

 

 

 

 

Sumber : www.jateng.merdeka.com