Dampak Tanah Gerak, Wisata Sigadung Di Banjarnegara Tutup

by Admin 153 views

Banjarnegara - Taman wisata Sigadung yang berada di Desa Paweden, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara terdampak tanah gerak. Selain memutus jalur Banjarnegara-Pekalongan, material longsor terus menjalar hingga taman wisata alam tersebut.

Pengelola taman wisata Sigadung Rohman mengatakan, saat ini taman wisata Sigadung tutup dan tidak menerima kunjungan wisatawan. Padahal, jika akhir pekan, tingkat kunjungan biasanya bisa mencapai 200-300 wisatawan.

"Itu pun kalau akhir pekan biasa, tetapi kalau libur panjang bisa mencapai 500 kunjungan wisatawan. Bahkan tidak hanya dari Banjarnegara tetapi juga dari luar daerah," kata dia saat di temui di lokasi wisata Sigadung, Banjarnegara Minggu (11/2/2018).

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko terhadap wisatawan. 

Padahal, ia mengaku sedang semangat untuk mengembangkan wisata alam yang berada di lahan milik perhutani tersebut.

"Kalau di wisata ini selain banyak terdapat spot selfie, juga ada outbound anak serta terapi ikan," sebutnya.

Saat ditanya kapan mulai beropersi lagi, Rohman menuturkan pihaknya masih menunggu perkembangan dari fenomena tanah gerak tersebut. selain itu juga menunggu rekomendasi dari badan geologi terkait konsi tanah yang digunakan untuk wisata alam Sigadung.

"Lebih baik menunggu karena di sini memang tanahnya labil. Sehingga nanti mau bagaimana kami menunggu rekomendasi dari badan geologi. Jadi kalau ada rekomendasi wisatawan yang datang ke sini juga aman," tutur Rohman.

Koordinator TRC BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan, kondisi tanah di lokasi tanah gerak selalu ada gerakan sejak lima tahun terakhir. Menurutnya, hal ini lantaran di bawah tanah terdapat bebantuan. Sehingga jika ada hujan akan bergeser.

"Karena curah hujan tinggi debat air pun tinggi," terangnya.

 

Taman wisata Sigadung, Banjarnegara yang kini tutup karena terdampak tanah bergerak.Taman wisata Sigadung, Banjarnegara yang kini tutup karena terdampak tanah bergerak. Foto: Uje Hartono/detikcom


Berdasarkan pantaunnya, pergerakan masih terus terjadi. Rata-rata, tanah bergerak 1-3 cm setiap menitnya. Bahkan saat ini, retakan aspal terus bertambah.

"Langkah awal kami akan membersihkan material terlebih dahulu. Tetapi jika hujan, evakuasi material berhenti dulu karena membahayakan," kata dia.

Sejak Jumat (9/2) lalu, tanah di Desa Paweden bergerak dan menutup jalur provinsi Banjarnegara–Pekalongan. Sementara, jalur dialihkan melalui Kecamatan Kalibening dengan memutar sekitar 20 kilometer. 

 

Sumber : www.detik.com