Merajut Indahnya Keberagaman Lewat Grebeg Sudiro Di Solo

by Admin 145 views

Solo - Ribuan warga masyarakat berbaur menjadi satu dalam Grebeg Sudiro hari ini. Meski berbeda latar belakang suku, agama, ras maupun golongan, mereka berpadu menunjukkan indahnya keragaman Nusantara.

Satu per satu kelompok berunjuk gigi mementaskan atraksi, di antaranya Barongsai, Reog dan marching band. Peserta lainnya tampil mengenakan kostum menarik, seperti Wayang Orang, Biksu, dan Ogoh-ogoh. 

Kirab budaya memperingati tahun baru Imlek itu diikuti berbagai kalangan masyarakat, mulai pedagang Pasar Gede, kelompok sadar wisata, hingga siswa sekolah. Mereka membawa karya-karya unik, seperti aneka kuliner yang ditata menjadi bentuk tertentu.

Yang unik ialah adanya miniatur Loji Gandrung (rumah dinas Wali Kota Surakarta) dan Monumen 45 Banjarsari yang disusun dari kue keranjang. Di akhir acara, sekitar 4 ribu kue keranjang menjadi rebutan masyarakat.

Sebanyak 1.500 peserta memulai kirab pukul 14.30 WIB setelah dibuka oleh Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Para peserta berjalan dari kawasan Pasar Gede dan mengitari Kelurahan Sudiroprajan yang merupakan perkampungan multietnis.

Adapun Grebeg Sudiro yang ke-11 ini mengangkat tema 'Melestarikan Budaya Bangsa Untuk Merajut Kebhinnekaan'. Hal tersebut disampaikan ketua panitia Grebeg Sudiro 2018, Bul Hartomo.

"Dengan adanya budaya, terbukti masyarakat dari berbagai kalangan bersatu pada hari ini. Kami mengajak masyarakat jangan memandang perbedaan sebagai kelemahan, namun justru sebagai potensi yang besar," ujarnya.

Sementara, FX Hadi Rudyatmo, mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan masyarakat Solo yang majemuk. Sinergitas antarmasyarakat diyakini akan semakin memajukan Kota Solo.

"Merajut kebhinnekaan bukan pekerjaan yang mudah, tapi juga tidak sukar. Yang perlu kita tingkatkan ialah gotong royong, kebersamaan, untuk memajukan Kota Solo," ujarnya. 

 

 

Sumber : www.detik.com