KUPATAN

View Google Maps 184 views

Kupatan dilangsungkan sepekan setelah lebaran Idul Fitri merupakan bentuk refleksi rasa syukur atas keberhasilan umat Islam melakukan tapa brata selama sebulan yakni puasa ramadlan. Secara simbolik, rasa kegembiraan itu diwujudkan dengan pembuatan `kupat` dan `lepet` sebagai ungkapan saling memberi maaf. Pesta kupatan di Desa Colo ditandai dengan prosesi kirab kupat gunung dari makam Sunan Muria, dipikul dengan tandu dan diusung hingga di pusat desa Colo. Kemudian kupat dan lepet tersebut dinikmati bersama-sama oleh warga masyarakat sambil menyaksikan atraksi kesenian tradisional.