Hiking Gunung Merbabu : Keindahan Luar Biasa Dengan Jalur Pendakian Mantap Jiwa

Siapa yang sudah rindu mendaki gunung? Setelah pandemi Covid-19 berakhir, yuk segera kemasi peralatan mendakimu. Gendong carrier dan mari menuju Gunung Merbabu.

Gunung Merbabu adalah gunung tertinggi nomor tiga di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet dan Gunung Sumbing. Gunung berketinggian 3.145 mdpl ini berada di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Magelang, Boyolali, dan Semarang. Pintu masuk alias titik awal mendaki Gunung Merbabu juga bisa melalui tiga kabupaten ini. 

Ada lima jalur pendakian resmi yang dibuka untuk mendaki Gunung Merbabu. Yaitu jalur Selo-Boyolali, Suwanting-Magelang, Wekas-Magelang, Cuntel-Semarang, dan Thekelan-Semarang. 

Setiap jalur pendakian di Gunung Merbabu menyuguhkan tantangan dan lanskap yang berbeda-beda, tapi tetap memesona. Misalnya jalur Selo, Boyolali yang menjadi jalur paling favorit para pendaki karena memiliki padang sabana yang sangat luas.

Ada yang harus diperhatikan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Per 1 Februari 2020, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) memberlakukan sistem pendaftaran via booking online. Sehingga pendaftaran pendakian secara on the spot sudah tidak bisa dilakukan.

Sementara itu, untuk jalur lain di luar Selo, seperti Suwanting-Magelang, Wekas-Magelang, Cuntel-Semarang, dan Thekelan-Semarang, belum diterapkan pendaftaran pendakian via online. Sehingga di sana, masih dapat dilakukan pendaftaran on the spot.

Cara pendaftarannya via online pun mudah. Ketua rombongan dapat mengakses situs tngunungmerbabu.org. Setelah mengisikan data semua anggota rombongan, pendaki akan mendapatkan kode unik registrasi.

Nah, kode unik registrasi ini dapat dipakai untuk mengecek atau mengubah data bila ada perubahan. Setelah itu, muncul form pendaftaran yang bisa di-save dan wajib dibawa saat registrasi ulang di loket pendaftaran di jalur pendakian Selo.

Adapun tarif tiket pendakian Gunung Merbabu terbagi menjadi tiket karcis masuk dan kegiatan mulai Rp 2.500 untuk rombongan. Besaran tiket masuk pada hari biasa berbeda dengan hari libur. Plus ada asuransi senilai Rp 1.000.

Panjang jalur pendakian via Selo mencapai 5,63 kilometer dengan waktu tempuh hingga Puncak Kenteng Songo sekira 8 jam 15 menit. Suhu rata-rata Gunung Merbabu via Selo pada siang 15-21 derajat celcius dan pada malam hari dapat mencapai 3-8 derajat celcius. Cukup dingin, ya.

Titik pendakian akan dimulai Kantor Resort Selo dengan waktu tempuh 90 menit untuk bisa sampai di Pos 1 Dok Malang. Tanpa babibu, begitu melintas di gerbang pendakian, pendaki langsung diajak masuk ke hutan khas Gunung Merbabu.

Setelah sampai di Pos 1 Dok Malang, pendakian dapat dilanjutkan menuju Simpang Macan sekira 45 menit. Di sini, pendaki dapat melepas lelah sejenak sembari meluruskan kaki sebelum lanjut ke Pos 2 Pandean. Walau 'hanya' berjarak 421 meter, tapi jalur menuju Pos 2 sangat menguras tenaga.

Di jalur ini pula, pendaki akan bertemu dengan sejumlah fauna/satwa khas Gunung Merbabu. Di antaranya lutung budeng/lutung hitam, monyet ekor panjang, ayam hutan, elang, dan beberapa jenis burung. Bila beruntung, pendaki dapat melihat primata rek-rekan yang merupakan satwa prioritas di Gunung Merbabu.

Perjalanan dapat dilanjutkan menuju Pos 3 Batu Tulis yang berada di ketinggian 2.593 mdpl. Di sini, para pendaki bisa berkemah atau mendirikan tenda karena areanya begitu luas. Pemandangan dari Pos 3 Batu Tulis juga sangat memesona. Pendaki dapat melihat Gunung Merapi dari kejauhan.

Namun, alangkah baiknya bila jalan sejenak menuju Sabana 1. Ya, keistimewaan mendaki Gunung Merbabu ada pada keindahan sabananya yang begitu luar biasa. Tak tanggung-tanggung, Gunung Merbabu memiliki dua padang sabana yang amat luas. Lokasinya pun tak begitu jauh, jalan menanjak sekira 30 menit. 

Memang untuk sampai di Sabana 1 dari Pos 3 Batu Tulis butuh waktu yang cukup lama, yaitu satu jam. Pun dengan jalur pendakian yang benar-benar membuat dengkul rasanya mau copot. Namun, semua rasa lelah bakal terbayar lunas dengan keindahan sabana yang mantap jiwa.

Tak heran banyak pendaki yang memilih berkemah di Sabana 1 atau Sabana 2. Kedua sabana ini juga menjadi spot favorit para pendaki untuk berfoto. Perpaduan hijau khas padang sabana dengan langit biru nan cerah, mampu membius pecinta keindahan.

Setelah Sabana 2, barulah perjalanan menuju puncak Gunung Merbabu dimulai. Sebenarnya ada beberapa puncak di Gunung Merbabu, tapi yang bisa dilalui dari jalur Selo adalah Puncak Trianggulasi dan Puncak Kenteng Songo.

Waktu tempuh untuk menuju Puncak Trianggulasi dari Sabana 2 sekira 90 menit dengan jarak 916 meter. Soal trek pendakian, tak usah ditanya. Cukup dinikmati saja. Sebab puncak yang tampak begitu dekat di mata, ternyata jauh di kaki.

Bila lelah, jedalah sejenak sembari melihat pemandangan di sekitar Gunung Merbabu. Ada Gunung Lawu di timur, Gunung Merapi di sebelah selatan. Tengok pula hamparan edelweis, pohon cantigi, serta sabana yang begitu luas. Lanskap ini sedikit banyak akan mengalihkan perhatianmu dari rasa lelah yang mendera. View sebagus ini tentu dapat terlihat ketika cuaca cerah.

Setelah satu jam perjalanan dari Sabana 2, pendaki akan sampai di Puncak Triangulasi. Sekalian saja lanjut ke Puncak Kenteng Songo yang jaraknya hanya 123 meter dengan waktu tempuh 10 menit. 

Di Puncak Kenteng Songo, terdapat enam buah lumpang atau alat tumbuk yang terbuat dari batu dan memiliki lubang yang cekung. Di puncak inilah, pendaki dapat menikmati momen sunset dan sunrise yang tak akan terlupakan.

Selain fisik yang benar-benar prima dan perbekalan yang cukup, ada yang harus dipersiapkan para pendaki sebelum mendaki Gunung Merbabu. Sepanjang jalur pendakian Selo tidak akan dijumpai sumber mata air. Sehingga pendaki harus benar-benar memperhitungkan kebutuhan air.

Jadi, kalau jalur pendakian Gunung Merbabu sudah dibuka, yuk kita nikmati keindahan luar biasa. Sekarang, di rumah dulu aja. (Kontributor)