Icip-icip Kuliner Slawi, Mulai Dari Es Lontrong Legendaris Hingga Rujak Teplak

Es Lontrong menjadi salah satu kekayaan kuliner di Slawi yang melegenda. Bagaimana tidak, Es Lontrong yang berada di Jalan Letjen Suprapto No.26, Slawi Kabupaten Tegal ini adalah satu-satunya pedagang yang menjajakan Es Lontrong. Nama Lontrong ini ternyata diambil dari nama tempat berjualan kudapan ini yang berada di lorong gang. Meski tempatnya sempit, tak menyurutkan minat masyarakat untuk mencicipi kuliner tersebut. Bahkan Pengunjung rela antri untuk menikmati segelas kesegaran Es Lontrong.

Es Lontrong terbuat dari aneka bahan campuran. Pertama ada rebusan kacang ijo, agar-agar, potongan roti tawar yang kemudian diguyur dengan gurihnya santan dan manisnya sirup merah. Kesegarannya semakin terasa ketika diaduk bersamaan dengan es batu yang diserut atau digosrok.

Tak hanya memanjakan lidah dengan gurihnya santan dan kesegaran esnya, mengunjungi warung Es Lontrong ini bisa memanjakan mata anda. Bukan lantaran tempatnya yang kekinian, justru lantaran kesederhanaan warung dan proses pembuatannya yang manual. Es serut pun dibuat dengan gosrokan manual dari kayu semakin menambah citra tradisional legenda kuliner Slawi ini.

Soal harga pembeli tidak perlu risau, pasalnya kesegaran kuliner legendaris ini dibanderol mulai Rp5Ribuan per porsinya. Jika ingin makan di tempat, pengunjung disarankan untuk tidak berlama-lama. Lantaran karena banyaknya antrian dan juga memang ruang untuk makan di tempat yang cukup terbatas. Tak perlu khawatir, Es Lontrong ini pun masih cocok jika dibungkus dan dinikmati di rumah.

Selain Es Lontrong, ada satu kuliner khas yang perlu dicoba saat berada di Slawi, yakni Rujak Teplak. Salah satu Rujak Teplak yang bisa dicoba adalah Rujak Teplak Yu Pesek yang berada tak jauh dari kuliner es lontrong, tepatnya berada di ruko Mingkrik, Pakembaran, Kecamatan Slawi.

Rujak Teplak ini lebih mirip dengan pecel namun dengan jenis sayuran yang lebih banyak. Misalnya kangkung, daun singkong, tauge, kol, kacang panjang, mentimun, kecipir, dan jantung pisang dan lainnya.

Selain banyaknya sayur, sambal dari rujak teplak pun berbeda dengan rujak atau pecel kebanyakan. Sambalnya sendiri berbahan utama dari singkong yang direbus kemudian dihaluskan dengan bumbu lainnya. Biasanya rujak ini disajikan dengan dipincuk menggunakan daun pisang. Setelah sayuran rebus disiram dengan sambal, kemudian disajikan bersama kerupuk mie kuning. Kehadiran kerupuk mie yang renyah ini menjadikan rujak teplak semakin kaya tekstur.

Ternyata, nama rujak teplak sendiri berasal dari cara penyajiannya. Dimana ketika sambal disiram atau dioleskan dengan cara diteplak ke sayurannya. Tentunya sayang sekali bila ke Tegal tanpa mencicipi rujak teplak. Apalagi seporsinya dijual mulai Rp5 Ribuan saja. Tentunya selain murah aneka sayuran ini bisa menjadi makanan yang sehat (Wiwin/ Kontributor)