Mengeksplorasi Ujung Negoro, Paket Komplit Wisata Alam Hingga Religi

BATANG - Ujung Negoro, namanya agak sedikit ambigu ketika diucapkan. Pasalnya ada yang berpikir jika Ujung Negoro merupakan tempat di ujung sebuah negara. Namun nyatanya Ujung Negoro sendiri merupakan nama salah satu desa yang ada di Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang.

Untuk menuju ke Ujung Negoro aksesnya terbilang sudah tertata dengan baik. Dari alun-alun Kabupaten Batang, Ujung Negoro hanya berjarak sekitar 9.6 kilometer atau dapat ditempuh sekitar 15-20 menit perjalanan. Wisata Ujung Negoro ini terbilang paket komplit, tak hanya menawarkan keindahan pantainya, di sekitar pantai juga terdapat makam Auliya Syeikh Maulana Maghribi. Dimana bisa menjadi alternatif paket rekreasi lahir dan batin, khususnya jelang bulan Ramadan ini.

Meski pantainya tak berpasir putih, namun Pantai Ujung Negoro punya sisi kecantikannya sendiri. Harganya pun terjangkau hanya engan membayar Rp5 Ribu per orang dan biaya parkir kendaraan. Di sisi utamanya Ujung Negoro punya bibir pantai yang cukup luas. Di sana juga berderet penjaja makanan ataupun penjual buah tangan. Biasanya yang paling khas adalah pecel dengan campurna mie kenyol, ataupun rujak lotis. Tak ayal, makanan ini pun cocok dinikmati di tengah semilir angin pantai.

Bagi para wisatawan, satu yang tak boleh dilewatkan adalah membeli buah tangan dari masyarakat sekitar. Kebanyakan oleh-oleh khas Pantai Ujung Negoro merupakan hasil laut dan tangkapan nelayan sekitar. Salah satu yang khas adalah udang rebonnya yang memiliki cita rasa yang berbeda dengan udan rebon daerah lain. Selain udang rebon utuh, biasanya masyarakat juga menjual olahan udang rebon berupa terasi.

Tak hanya sisi utama, Pantai Ujung Negoro masih punya sisi lain yang harus dieksplorasi. Sisi pantai ini adalah sisi pantai yang berada di timur tebing. Di balik tebing tersebut bisa ditemui sisi pantai yang tidak terlalu luas pasirnya. Meski begitu banyak bebatuan yang berada di dekat bibir pantai. Hal tersebut semakin menambah estetik suasana pantai yang dikelilingi hijau pepohonan.

Tak hanya dimanjakan dengan hijaunya landscape pepohonan, di sisi ini kita bakal disuguhkan panorama pembangunan PLTU Batang. Cerobong asapnya yang besar menjadikan pemandangan laiknya mercusuar yang ada di sekitar pantai. Selain itu juga terlihat panorama aktivitas bongkar pasang muatan material PLTU di Jetty atau pelabuhan sementara. Banyak masyarakat lebih memilih area ini untuk memancing ataupun mencari hasil laut lainnya.

Puas menikmati keindahan Pantai Ujung Negoro dari sisi ke sisi, tak lengkap rasanya jika tidak berziarah ke Makam Syekh Maulana Maghribi. Makam auliya ini pun terbilang masih satu area dengan wisata pantai. Biasanya makam ini selalu ramai dikunjungi masyarakat ketika hari besar Islam dan juga haul.

Salah satu yang menarik, di area wisata ziarah ini memiliki sumber mata air tawar. Ya, meskipun daerah sekitarnya merupakan daerah pesisir laut, namun mata air di sekitar makam sangatlah jernih, segar dan tak asin. Sumber mata air ini pun dipercaya dapat memberikan keberkahan, bagi mereka yang meyakini Allah akan mengabulkan doa mereka. (Novia/ Kontributor)