Menyesap Nikmat Kopi Posong Khas Temanggung

WISATA alam Posong yang berada di Kabupaten Temanggung menawarkan pemandangan alam yang memanjakan panca indera. Mulai dari pemandangan lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, suasana matahari terbit, hawa dingin, serta lanskap delapan gunung yang begitu mempesona.

Tak cukup sampai di sini, Posong juga masih memiliki beberapa hal yang membuat siapapun ingin kembali ke sana. Tak lain hamparan perkebunan tembakau yang maha luas. Jamak diketahui, Posong terkenal sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik di Indonesia.

Namun, tahukah Anda, di tengah hamparan kebun tembakau yang sungguh luas itu, juga terdapat tanaman kopi? Ya, Posong kini telah menjelma sebagai salah satu produsen kopi di Jawa Tengah. Popularitas kopi Posong semakin naik setelah muncul dalam film Filosofi Kopi 2 yang dibintangi Chicco Jerikho dan Rio Dewanto.

Kopi Posong adalah kopi jenis java arabika yang ditanam di lahan perkebunan dengan ketinggian antara 1700 sampai dengan 2000 mdpl. Tanaman ini ditanam di sela-sela pohon tembakau. Tak heran bila ada semburat aroma tembakau saat kopi Posong diseduh.

Adapun citarasa yang dihasilkan dari kopi Posong adalah rasa pahit yang pas dan sedikit rasa asam yang memikat. Kedua rasa ini berpadu nikmat di lidah. Bagi wisatawan yang tidak terbiasa dengan rasa pahit, bisa menambahkan sedikit gula atau susu.

Ternyata, ada kisah dan jalan panjang dari secangkir kopi Posong hingga akhirnya dapat disesap kenikmatannya tersebut. Dimulai adanya keinginan dari beberapa warga untuk mengembangkan tanaman kopi di lereng Gunung Sindoro. Selain sebagai tanaman yang menghasilkan buah, pola bercocok tanam secara selang-seling juga bisa mencegah erosi.

Sayangnya, keinginan ini tak bisa langsung terwujud. Pasalnya, pola pikir masyarakat saat itu tidak mau menanam tanaman selain tembakau. Apalagi saat itu, hanya ada beberapa tanaman kopi saja yang tumbuh.

Namun lambat laun, usaha tersebut membuahkan hasil. Puncaknya pada sekitar tahun 2010-2011, tanaman kopi mulai dapat diterima masyarakat. Bahkan ada peningkatan wujud kopi yang dijual ke pasaran. Dari yang semula hanya cherry merah alias kopi petik, kini telah menjadi green bean (biji kopi) yang siap diproses. Pun dengan harga jual yang semakin lama, semakin naik.

Apalagi kini, masyarakat juga sudah bisa melakukan pengolahan kopi pasca-panen secara mandiri. Mulai dari menjemur, mengeringkan, dan pemisahan biji kopi berdasarkan tingkatannya. Termasuk proses roasting hingga akhirnya menjadi bubuk kopi dan berakhir di meja saji.

Untuk dapat menikmati secangkir kopi Posong penuh kenikmatan ini, wisatawan hanya perlu datang ke kawasan wisata Posong. Di sana telah berjejer tempat makan yang jelas menyajikan kopi khas Posong. Bisa juga mengunjungi kafe-kafe yang berada di daerah Tlahab, Kecamatan Kledung.

Agar lebih nikmat, wisatawan dapat menyeruput kopi Posong dengan dua camilan khas Posong, yaitu cemplon dan gamblong. Cemplon adalah salah satu kue tradisional yang terbuat dari singkong yang diparut atau digiling. Lantas di dalamnya, diisi gula Jawa atau gula merah kemudian digoreng. Sementara gamblong adalah irisan singkong yang digoreng garing. 

Bila cemplon memiliki rasa manis, gamblong memiliki rasa dengan yang dominan gurih dan asin. Perpaduan rasa inilah yang membuat sensasi menyesap kopi Posong semakin nikmat. Yuk, dicoba. (Kontributor)