Merayakan 1120 Tahun Magelang Lewat Grebeg Gethuk Yang Penuh Warna

Dalam semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-1120, Kota Magelang kembali menghidupkan warisan budaya melalui Prosesi Bumi Perdikan dan Grebeg Gethuk 2026 yang akan digelar pada Minggu, 12 April 2026 di Alun-Alun Kota Magelang dan sekitarnya.

Lebih dari sekadar perayaan, event ini merupakan ikon budaya yang telah mengakar sejak tahun 2006. Terinspirasi dari nilai sejarah Prasasti Mantyasih, rangkaian prosesi ini menjadi wujud pelestarian tradisi sekaligus ruang ekspresi kebersamaan masyarakat. Grebeg Gethuk tampil sebagai simbol kebanggaan daerah dengan mengangkat kuliner khas gethuk sebagai representasi kekuatan UMKM lokal, sekaligus mencerminkan filosofi kesederhanaan, daya tahan, dan kreativitas warga Magelang.

Tahun ini, nuansa perayaan semakin semarak dengan hadirnya Kirab Bulu Bekti yang melibatkan 17 kelurahan. Setiap peserta menampilkan potensi ekonomi kreatif unggulan dalam parade yang atraktif, penuh warna, dan bergerak dinamis, menghadirkan pengalaman visual yang memikat bagi masyarakat dan wisatawan.

Rangkaian acara diawali dengan Fragment Bumi Perdikan Mantyasih, dilanjutkan Kirab Bregada Mantyasih menuju Pendopo BPLK untuk prosesi upacara adat dan penyerahan prasasti. Puncak kemeriahan berlangsung di Alun-Alun Kota Magelang melalui pertunjukan spektakuler Sendratari Kolosal “Babar Mahardhika” yang melibatkan sekitar 250 penari, mengisahkan perjalanan sejarah Kota Magelang. Momentum ini kemudian mencapai klimaks pada Grebeg Gethuk, tradisi yang selalu dinanti dan menjadi daya tarik utama.

Melalui gelaran ini, Kota Magelang menegaskan jati dirinya sebagai kota perdagangan dan jasa yang harmonis, humanis, nyaman, dan berkelanjutan. Lebih jauh, event ini menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat daya tarik Jawa Tengah sebagai destinasi budaya unggulan. (Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Kota Magelang)

Bagikan
Text to speech