Pekalongan Art Week 2026 Hidupkan Budaya, Gerakkan Ekonomi Kreatif

Kekayaan budaya Pekalongan menjadi modal penting untuk memperkuat pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah saat menghadiri pembukaan Pekalongan Art Week 2026 di Museum Batik Pekalongan, Kamis (24/9/2026).

Mengusung tema “Satu Panggung, Seribu Warna Budaya”, Pekalongan Art Week berlangsung 24–27 September 2026. Festival ini menjadi ruang pertemuan berbagai ekspresi seni, tradisi, komunitas, dan kreativitas masyarakat Pekalongan.

Pekalongan memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari batik, seni rupa, kriya, musik, kuliner, tarian, hingga berbagai tradisi lokal. Kekayaan tersebut akan semakin bermakna ketika tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihidupkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Satu panggung bukan berarti menyeragamkan budaya. Justru menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai ekspresi seni, tradisi, komunitas, kreativitas, dan generasi,” ujarnya.

Festival seni dan budaya dapat menjadi ruang untuk menghubungkan kebudayaan dengan ekonomi kreatif dan pariwisata. Batik, kriya, kuliner, musik, seni pertunjukan, fashion, dan kreativitas lokal yang hadir dalam satu festival. Membuka peluang bagi UMKM dalam memperluas pasar, seniman dan para konten kreator dapat berkembang, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih autentik.

“Wisatawan hari ini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang autentik. Pekalongan memiliki modal yang sangat kuat untuk itu,” katanya.

Keterlibatan generasi muda juga penting agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku, pencipta, dan inovator kebudayaan. Penyelenggaraan festival juga perlu terus diarahkan untuk memperhatikan keberlanjutan lingkungan, antara lain melalui pengurangan sampah, pemilahan, dan pemanfaatan kembali material pasca event.

Kepala Disbudparekraf Jateng berharap Pekalongan Art Week dapat berkembang menjadi festival rutin tahunan yang mempertemukan budaya, kreativitas, ekonomi, pariwisata, dan generasi muda. Dengan demikian, budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi terus hidup, berkembang, memberikan manfaat ekonomi yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. 

Bagikan
Text to speech