Sedekah Laut Rembang : Tradisi Masyarakat Pesisir

Di area pesisir Rembang memiliki tradisi rutin setiap tahunnya. Kegiatan itu digelar sekitar sepekan setelah hari raya idul fitri. Namanya sedekah laut. Pada tahun-tahun sebelumnya, dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan. Hanya saja, untuk tahun 2020 ini  ada beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan, sesuai dengan himbauan dari pemerintah tentang menghindari kerumunan untuk memutus matarantai penyebaran virus Covid-19.

Kegiatan yang masih dilaksanakan itu adalah larung sesaji.  Tentu saja ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara kali ini cukup singkat. Meskipun demikian, warga tetap antusias menyaksikan. Tak ketinggalan para penjual jajanan hingga mainan. 

Larung sesaji dilaksanakan sekitar pukul 08.00 sampai sekitar 09.00. Sesaji itu diletakkan di miniatur perahu, kemudian dibawa sampai tengah laut oleh warga menggunakan perahu. Sampai laut, sesaji itu pun diletakkan.

Selesai acara, warga pun meninggalkan lokasi. Di area pesisir Desa Tasikagung itu juga dipasang dua lokasi untuk panjat pinang. Di atasnya sudah menggantung kain-kain. Tetapi panjat pinang tidak dilaksanakan. Hanya dipasang untuk simbolis.

Kegiatan saat itu memang memperhatikan protokol kesehatan.  Sebelumnya, sehari sebelum larung sesaji ada kegiatan lain yang dilaksanakan. Karena merupakan satu paket dalam tradisi sedekah laut. Yakni barongan. Itupun hanya diiringi beberapa tokoh masyarakat. Barongan itu berputar keliling ke warga. Sementara, kemarin merupakan syukuran yang dilanjutkan larung sesaji.

Ketua Paguyuban Mina Barokah Kadromi menyampaikan, memang kegiatan tahun ini tak seramai tahun lalu, karena hanya melaksanakan kegiatan-kegiatan tradisi yang dinilai tidak bisa ditinggalkan. Pendapat dari masyarakat sendiri, kata dia, memang tidak bisa meninggalkan kegiatan itu. Tradisi ini telah menjadi  kepercayaan warga setempat. 

Selain larung sesaji, di Rembang juga memiliki acara lain yang digelar setelah Idul Fitri, yaitu gebyar syawalan. Biasanya, acara dilaksanakan di Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang. Persiapan untuk acara rangkaian agenda syawalan biasanya sudah mulai disiapkan sejak awal puasa. Mulai dari wahana wisata, hingga lokasi pedagang telah disiapkan. Tahun kemarin tercatat 200 pedagang musiman telah mendaftar untuk menempati lokasi TRPK. Selain menikmati wahana wisata, pengungjung juga akan dihibur oleh alunan live music ditempat wisata tersebut.

Untuk tiket masuk tahun, wisatawan cukup merogoh kocek Rp 10 ribu untuk kunjungan dari pukul 07.00 WIB hingga 18.00. Sedangkan untuk malam harinya mulai pukul 18.00 hingga 21.00 harga tiket hanya Rp 3 ribu. Pada acara opening ceremony event gebyar syawalan tahun lalu, diadakan pagelaran seni dan budaya. (Vachri)