Sedekah Untuk Alam Di Konservasi Penyu Nagaraja

Setiap hewan yang diciptakan pasti ada manfaatnya. Ada yang terlihat ganas, nyatanya dia yang melindungi wilayahnya. Ada yang terlihat lemah tapi dia yang membuat sekitarnya hidup. Tidak ada yang sia-sia, semua sudah diatur agar ekosistem alam tetap terjaga. Salah satu hewan yang menjadi penyeimbang ekosistem di laut adalah penyu. Laut yang ada penyunya berarti airnya masih alami dan banyak ikannya. Itulah mengapa penyu menjadi satwa dilindungi dan tercantum dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990.

Jika kalian ke Cilacap, tentu akan mengenal Pantai Teluk Penyu yang terletak tidak jauh dari pusat kota Cilacap. Apakah ada penyunya? Sebenarnya penyu di Cilacap masih ada. Hal itu sering ditandai dengan jejak penyu dan sarang telurnya. Bahkan jejak itu ada sampai Pantai Jetis, pantai yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen.

Namun penyu sudah sangat jarang kita jumpai, bahkan telurnya banyak yang belum sempat menetas sudah dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Keadaan miris ini membuat sekelompok masyarakat di Desa Karangbenda Kecamatan Adipala berinisiatif menyelamatkan dan melestarikan penyu-penyu di Cilacap.

Tempat tersebut bernama Konservasi Penyu Nagaraja. Letaknya masih dalam kawasan Pantai Sodong. Jadi, pengunjung selain bisa melihat secara langsung penyu yang ada juga bisa menikmati indahnya Pantai Sodong.

Penyu yang ada di Konservasi Penyu Nagaraja ini adalah jenis penyu lekang (lepidochelys olivacea). Saat ini ada 33 ekor penyu yang masih kecil (tukik) dan 4 penyu yang besar. Dan sudah ada ratusan penyu yang sudah dilepas liarkan ke habitat asalnya. Jumlahnya akan terus bertambah karena setiap penyu bisa bertelur sekitar 100an butir.

Adanya Konservasi Penyu Nagaraja ini diharapkan bisa menjaga ekosistem laut, melestarikan lingkungan, menjadi ikon wisata di Cilacap, menjadi sarana edukasi tentang penyu, dan memutar roda perekonomian untuk masyarakat sekitarnya. Secara materi memang tidak begitu terasa manfaatnya langsung untuk masyarakat. Tapi manfaat jangka panjangnya akan lebih banyak lagi untuk kita semua.

Untuk masuk ke Konservasi Penyu Nagaraja tidak dikenakan biaya. Namun, pengunjung bisa memberi sumbangan yang nantinya digunakan untuk biaya perawatan dan pemberian pakan penyu. Pakan yang diberikan adalah kerang, udang, cumi, dan ikan. Air yang digunakan juga harus air laut dan diganti setiap hari sehingga butuh biaya untuk pengambilannya. Pemberian pakan dan air laut yang alami ini bertujuan agar nantinya penyu bisa mudah beradaptasi dengan alam ketika dilepas liarkan.

Kita bisa berkunjung ke Konservasi Penyu Nagaraja setiap Sabtu dan Minggu. Selain mendapatkan edukasi tentang penyu, dari telur sampai penyunya besar, pengunjung juga bisa ikut melepas liarkan penyu ke habitatnya. Untuk pelepas liaran penyu ada ketentuan umur penyu dan waktu pelepasan, tidak bisa sembarangan.

Penyu juga tidak boleh diperjual belikan baik telur, tukik, atau penyu yang sudah besar. Jadi, bila kita menemukan sarang telur penyu atau penyunya mohon melapor ke pihak berwajib. Atau untuk masyarakat sekitar Cilacap bisa ke Konservasi Penyu Nagaraja. (Kasih/ Kontributor)

Halaman 1 2