Yuk, Wisata Ke Goa Kreo Dan Waduk Jatibarang

Berbicara tentang wisata di Kota Semarang, tentu pilihannya ada banyak sekali. Mulai dari wisata pantai sampai wisata perbukitan, seperti Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. Kedua wisata ini terletak di kecamatan Gunung Pati, sekitar 45 menit dari pusat kota. Apa saja yang seru dan menarik di sini? Simak artikel ini sampai selesai ya.

 

BERINTERAKSI DENGAN MONYET DI GOA KREO

Bagaimana ya rasanya berinteraksi dengan monyet ekor panjang secara langsung? Datang saja ke Goa Kreo yang memiliki ratusan monyet di dalamnya. Monyet ini berjenis Macaca fascicularis atau monyet ekor panjang yang menjadi legenda dibalik nama Goa Kreo.

Dikisahkan tentang Sunan Kalijaga yang membutuhkan kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Kayu jati yang sudah diambil ternyata tersangkut di tebing sehingga sangat sulit untuk diambil. Datanglah keempat monyet berwarna merah, kuning, putih, dan hitam yang datang membantu Sunan Kalijaga untuk mengambil kayu tersebut.

Setelah membantu, para monyet ingin ikut rombongan Sunan Kalijaga pergi ke Demak, namun dilarang dan diberi perintah untuk menjaga daerah tersebut. Lama-kelamaan daerah ini dikenal dengan nama Goa Kreo yang berarti goa monyet.

Dari tempat parkiran, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menyusuri anak tangga dan melewati sebuah jembatan berwarna merah. Jembatan ini sangat cocok sebagai latar berfoto apalagi di belakangnya terlihat waduk yang luas. Sebelum pembangunan Waduk Jatibarang, bukit tempat tinggal monyet menyatu dengan daerah sekitarnya. Namun ketika sudah tertutupi air maka terlihat seperti sebuah pulau kecil.

Di area goa, terdapat dua goa yang biasanya digunakan untuk tempat berteduh monyet ketika hujan. Jika menyusuri sampai ke dalam goanya akan lebih menyempit lagi, bahkan sampai harus berjongkok untuk mencapai ujungnya yang terdapat patung monyet. Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa ujung Lorong goa ini bisa tembus sampai Lawang Sewu.

Suasana pengap ditambah bau yang tidak enak dari kotoran kelelawar sangat terasa ketika masuk ke dalam goanya. Melanjutkan perjalanan, pengunjung bisa naik ke atas bukitnya yang berupa tanah landai dengan banyak monyet yang berkeliaran. Pengujung harap berhati-hati karena sewaktu-waktu monyet bisa sangat agresif menyerang pengunjung yang membawa barang bawaan.

 

WISATA AIR SERU DI WADUK JATIBARANG

Waduk Jatibarang dibuat sebagai bendungan pengendali banjir di Kota Semarang serta Pembangkit Listrik Mikro Hidro. Selain itu, pembangunan ini juga dilakukan untuk mendukung kelestarian fungsi konservasi di daerah aliran sungai.

Resmi beroperasi pada tahun 2015, sekarang ini, Waduk Jatibarang juga menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi ketika berlibur ke Semarang. Pengunjung bisa melakukan banyak aktivitas seru seperti memancing, berkeliling dengan speedboat, river tubbing di Desa Wisata Kandri, dan naik perahu wisata.

Waktu paling tepat untuk berkunjung ke Waduk Jatibarang adalah saat pagi (sunrise) dan sore hari (sunset). Dijamin pemandangannya tak kalah menarik dari tempat lain, apalagi juga sudah dibangun menara untuk melihat pemandangan sekitar dari ketinggian.

 

Jadi, tak ada salahnya ketika hari libur sudah tiba untuk menyempatkan diri berkunjung ke Goa Kreo dan Waduk Jatibarang bersama keluarga dan sahabat. (Nico/Kontributor)