Sore Di Pantai Watu Gajah Rembang

Kabupaten Rembang memiliki daya tarik wisata baru. Namanya pantai Watu Gajah. Lokasi pantai sangat strategis dan mudah diakses oleh wisatawan, yakni di pinggir Jalan Pantura Rembang - Tuban, tepatnya di wilayah kecamatan Kragan. 

Wisata ini memang baru dikenal beberapa bulan lalu.  Pertama masuk di lokasi wisata langsung disambut gundukan pasir yang membentuk seperti bukit setinggi sekitar lima meter, bernama Bukit Asmara. Bukit asmara menjadi favorit anak-anak untuk bermain karena  berundak-undak.

Tak hanya bukit asmara, Pantai Watu Gajah juga menawarkan ada beberapa spot lain. Petunjuknya sudah dipasang di perempatan Dermaga Cinta. Petunjuk arah itu juga didesain unik dan terbuat dari kayu kemudian di cat warna-warni. Di atas petunjuk itu dipasang gambar kartun gajah kecil.

Jika ke arah barat, terdapat ada spot watu gajah. Jika dilihat batu karang itu mirip dengan punggung gajah. Di area itu, juga terpasang spot-spot selfie, seperti ayunan gondal-gandul. Ayunan yang terbuat dari tiang berbagan batang kayu, kemudian dililit dengan tali tambang. Wisatawan dapat menikmati pemandangan pantai sembari duduk di papan ayunan itu.

Jika hendak bersantai, di lokasi wisata sudah disediakan gubug-gubug dan warung-warung yang menjual camilan.  Sore itu, titik yang nampak paling ramai adalah di dermaga cinta. Batu-batu yang berada di pinggir dermaga dicat warna-warni. Kemudian di pinggirnya diramaikan dengan umbul-umbul dan bendera. Wisatawan bisa duduk bersantai di atas di dermaga itu. Sambil menikmati senja.

Memang, matahari tak terbenam di pantai itu. Tetapi, sorotnya bisa dirasakan. Dari arah barat, di balik cemara-cemara pantai, bisa menyulap langit pantai itu menjadi merona. Kata pedagang sekitar, jika pagi hari bisa melihat matahari terbit dari pantai ini.

Pada bagian pantai sebelah timur, cenderung lenggang. Sehingga bisa dimanfaatkan para wisatawan untuk bermain pasir pantai. Atau berenang di pantai. Seperti yang dilakukan dua pengunjung remaja. Yang asyik merekam polah mereka menari-nari dipasir pantai watu gajah. Ada juga ibu-ibu yang duduk bersantai di bebatuan bawah dermaga sambil berpose ketika diambil fotonya.

Anak-anak juga tak kalah sumringah. Mereka bermain air di pantai itu. Yang kebetulan saat itu ada perahu nelayan yang berlabuh. Dan dimanfaatkan mereka sebagai arena untuk melompat. Lalu menyebyrkan diri ke air laut.

Sore sudah memudar. Rona langit pantai watu gajah berganti semakin pekat. Pedagang warung-warung juga bergegas mengemas dagangan. Anak-anak yang bermain air tadi sudah berganti baju. Wisatawan dari dermaga cinta mulai beranjak. Menarik perlahan gas kendaraan mereka. Ya, kata pedagang sekitar, wisata ini mulai tutup selepas maghrib. (Vachri)