Berita Terbaru

Dinparbudpora Akan Gelar Pekan Seni Pelajar, Meriahkan Hari Jadi Kota Pekalongan

KOTA PEKALONGAN – Untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Pekalongan ke-111, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) akan menggelar Pekan Seni Pelajar Tngkat Kota Pekalongan 2017 pada 2-3 April mendatang. Kadi Kepemudaan Dinparbudpora Kota Pekalongan Teguh Waluyo menjelaskan, pekan seni budaya ini akan diikuti pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat se-Kota Pekalongan.

Akan ada enam cabang seni yang akan diperlombakan, yakni seni Karawitan, An Sambel Musik, seni tari, seni geguritan, dan seni lukis. “Untuk lomba seni geguritan, macapat, an sambel musik dan lukis akan digelar pada 2 April. Sedangkan karawitan dan tari digelar pda 3 April,” katanya, Senin (20/3).

Adapun tempat lomba geguritan akan dilaksanakan di aula Museum Batik, an sambel musik di aula kantor Dinparbudpora. Sedangkan lomba tari dan geguritan di panggung utama di Lapangan Jetayu. Teguh menuturkan, pekan seni pelajar ini akan memperebutkan piala bergilir Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan. “Kegiatan ini rutin digelar tiap tahun. Tetapi tahun ini dibarengkan dengan rangkaian Hari Jadi Kota Pekalongan ke-111,” terangnya.

Maksud dan tujuan diselenggarakannya pekan seni pelajar ini, beber Teguh, antara lain untuk membekali guru seni musik, seni tari, dan seni rupa supaya lebih profesional di dalam proses belajar mengajar, khususnya seni musik, seni tari, dan seni rupa.

Selain itu menumbuhkembangkan rasa kebangsaan yang cinta terhadap seni budaya bangsa sendiri, menciptakan sarana untuk berkreasi dan berapresiasi. Serta meningkatkan prestasi guru di bidang seni, hingga membina prestasi guru untuk melatih kemandirian.

Sedangkan untuk para siswa, bertujuan untuk menggali potensi, mengembangkan serta melestarikan seni budaya yang ada di Kota Pekalongan, maupun membina dan meningkatkan kreativitas siswa dalam bidang seni budaya dan menanamkan rasa cinta budaya, khususnya terhadap nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa. “Sekaligus mengembangkan sikap kompetitif dalam diri siswa, meningkatkan daya juang dalam rangka pembangunan karakter bangsa,” ungkapnya.

Khusus untuk seni tari, Teguh menyampaikan bahwa materi tari yang ditampilkan adalah tari garapan baru yang berakar pada gerak tari tradisi daerah setempat dengan tema flora dan fauna. Sementara untuk seni lukis, tema untuk tiap jenjang berbeda-beda. Misalnya untuk tingkat SD, temanya adalah “Suasana sekolah yang indah, nyaman dan menyenangkan”. Lalu tema untuk SMP yakni gotong royong sebagai salah satu budaya yang patut dilestarikan. Sedangkan untuk tingkat SMA/SMK, tema yang diusung adalah melestarikan kesenian tradisional nusantara. (way)

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 21-03-2017)

by Adm, -

Berita Terbaru