'Belanda Mini' Di Kebun Teh Pagilaran Batang

Pamor Kebun Teh Pagilran sudah santer di telinga para wisatawan jika berbicara soal Kabupaten Batang. Pasalnya kecantikan alam Pagilaran membuat nyaman bagi siapapun pengunjungnya. Tak seperti udara di kebanyakan perkebunan teh, udara di sekitar Pagilaran terbilang normal. Hanya berasa kesejukannya ketika kabut mulai turun, dan ketika angin sepoi menyeruak.

Wisata yang berada di Kecamatan Blado ini dapat ditempuh sekitar satu setengah jam dari Alun-alun Batang. Meskipun terbilang perjalanan cukup jauh, namun segala penat yang menumpuk selama di perjalanan bakal sirna. Kesejukan alam dan hamparan ribuan hektar mampu menyegarkan mata. Keindahan Gunung Kamulyan pun semakin menambah elok pemadangan alam sekitar, apalagi jika langit cerah.

Bagi yang tidak mau repot, pengunjung sebenarnya bisa saja menikmati keindahan hamparan kebun teh secara cuma-cuma sebelum masuk kawasan wisata. Namun tak elok rasanya, jika hanya mencicipi agrowisata ini hanya dari pinggirannya saja. Terlebih harga masuk tiketnya hanya dibanderol sekitar Rp5 Ribu per orang. Harga yang termasuk ramah di kantong pelancong.

Agrowisata Pagilaran pun kini terus berbenah menyesuaikan perkembangan zaman. Menyajikan spot swafoto kekinian juga menjadi daya tarik baru di sini. Seperti dengan spot foto hamparan Bunga Krisan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani Desa Pagilaran. Sayangnya untuk spot ini masih disesuaikan dengan masa tanam dan panen. Sehingga tidak setiap saat pengunjung bisa menikmati kecantikan bunga warna-warni ini.

Spot swafoto yang kini digandrungi adalah spot foto area mini Belanda. Di spot ini, Anda akan merasakan nuansa pemandangan kincir-kincir angin dari kayu. Ditambah dengan latar belakang panorama kebun teh dan danau di sekitarnya, menjadikan spot ini diburu para turis untuk mengabadikan momen.

Tak hanya sekadar berswafoto, juga pengunjung bisa mencoba aneka fasilitas wisata yang memacu adrenalin. Seperti dengan menaiki wahana flying fox, outboud dan lainnya. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa mengikuti paket tur ke puncak perkebunan teh dengan menggunakan mobil jeep. Biaya paket tur ini pun cukup ekonomis, hanya Rp20 Ribu per orangnya.

Pengunjung pun tak perlu bingung jika ingin membawa pulang buah tangan. Pasalnya di agrowisata ini, juga ada beberapa penjual tanaman polybag dengan harga terjangkau. Tak hanya tanaman hias, aneka tanaman buah-buahan juga dijual di sini. Seperti strawberry, tomat dan lainnya.

Bagi Anda yang ingin berlama-lama menikmati panorama Pagilaran, tak perlu khawatir tentang akomodasi di sana. Pengelola sudah menyediakan penginapan yang bisa disesuaikan dengan budget liburan Anda. Jika Anda membawa serta keluarga,  juga tersedia aneka villa untuk akomodasi anda sekeluarga.

Jika masih memiliki waktu panjang, tak ada salahnya untuk turut mengunjungi aneka wisata lainnya di Kecamatan Blado. Seperti wisata religi Makam Syeikh Maulana Maghribi, atau mengunjungi eksotisme Curug Genting. (Novia)