Pesona Curug Panglebur Gongso

Curug Panglebur Gongso merupakan salah satu curug yang terkenal di Kabupaten Kendal. Lokasinya yang berada di Desa Gondang, Limbangan ini mudah dijangkau dari arah manapun baik Sumowono atau Kendal.

Curug yang hanya memiliki ketinggian hingga 7 meter ini memiliki area kolam yang dapat digunakan untuk berenang atau melompat dari atas air terjunnya. Kelebihan lainnya yaitu walau musim panas tiba, debit air dari sungainya tidak berkurang. Jadi cocok untuk dikunjungi kapan pun dan tidak bergantung musim.

Menurut masyarakat lokal, ada kepercayaan bahwa dulunya air terjun ini merupakan tempat pertapaan Aditya Kumbokarno. Dalam pewayangan Ramayana berwujud raksasa namun memiliki hati seorang kesatriya. Untuk melebur dosa-dosa setelah pertempuran membela negaranya, dirinya melakukan pertapaan di atas curugnya.

Dari kepercayaan itulah banyak petinggi kerajaan terdahulu melakukan pertapaan di Curug Panglebur Gongso ini. Semakin diperkuat dengan adanya bekas tapak kaki yang bisa dilihat di bebatuan atas curugnya.

Ada pula goa yang terletak di sebelah curug juga memiliki kepercayaan bisa tembus sampai ke Masjid Agung Demak. Sampai sekarang pun, pada hari tertentu masih ada masyarakat yang melakukan pertapaan atau ritual mandi di curugnya.

Terlepas dari mitos tersebut, pemandangan alam dan daya tarik di dalamnya memang sangat mengesankan. Pengunjung yang datang perlu memarkirkan kendaraannya di parkiran atas baik mobil atau motor.

Untuk masuk ke Curug Panglebur Gongso ini pengunjung diwajibkan membayar retribusi sebesar 4 ribu rupiah sudah dengan biaya parkirnya. Perlu berjalan kurang lebih 50 meter untuk sampai di atas air terjunnya. Setelah sampai di air terjunnya akan ada 2 lokasi yang bisa digunakan untuk bermain air yaitu di bagian atasnya atau di air terjunnya.

Suasana damai ditambah dengan gemericik air yang jernih membuat pikiran menjadi lebih tenang. Bermain air pun tampak menyenangkan Bersama keluarga atau teman. Sesekali, pengunjung akan disuguhi oleh suara burung dan angin yang berhembus di sela-sela pepohonan.

Saat hujan tiba, pengunjung dihimbau untuk tidak mendekat di aliran sungai dan air terjunnya karena bisa terbawa arus akibat debit air yang meningkat secara mendadak. Pengunjung juga bisa membawa jaket atau pakaian tebal karena angin di sana cukup kencang dengan hawa dingin yang dibawanya.

Curug Panglebur Gongso ini termasuk tempat wisata yang masih dirawat baik oleh masyarakat sekitarnya. Fasilitas lain seperti kamar mandi, toilet, parkir yang luas, warung makan, serta mushola tersedia di tempat ini. Jadi kenyamanan pengunjung tetap terjaga selama berlibur di Curug Panglebur Gongso.

Untuk memudahkan perjalanan, pengunjung memang harus menggunakan kendaraan pribadi karena jarang terlihat adanya transportasi umum. Selain itu bisa menggunakan Google Maps untuk bisa sampai ke tempat ini tanpa takut tersesat selama perjalanan.(Nico)