Curug Mandala, Surga Tersembunyi Di Cilacap

Air terjun memang identik dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Ada sensasi lelah mengarungi jalan yang menanjak, menurun, dan menikung. Namun, rasa lega setelah bertemu air dan suasana yang sejuk selalu membuat ketagihan.

Cilacap yang dikenal dengan pantainya juga punya air terjun, loh. Di Cilacap bagian barat banyak menyimpan air terjun yang tersembunyi. Salah satunya Curug Mandala yang paling dekat dengan pusat kota Cilacap. Bahkan hanya berjarak 8 km dari Bandar Udara Tunggul Wulung. Lebih tepatnya Curug Mandala terletak di Desa Mandala Kecamatan Jeruk Legi Kabupaten Cilacap.

Aksen jalan menuju Curug Mandala cukup memadai. Sebagian besar sudah beraspal walau beberapa masih berbatu biasa. Jalannya juga tidak begitu curam, mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua atau empat. Namun pengunjung harus menggunakan kendaraan pribadi, karena tidak ada kendaraan umum menuju Curug Mandala.

Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar 5.000 rupiah per orang. Loket tiket masuk berada di perempatan sebelum Curug Mandala. Jadi, untuk pengunjung yang belum tahu mungkin akan jalan terus sampai ke tempat parkir.

Dari tempat parkir ke Curug Mandala, pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 500 meter. Jalannya naik turun dan sudah dibuat tangga. Walau melelahkan, udara sepanjang perjalanan cukup sejuk karena pohon yang masih lebat.

Curug Mandala memang dikelilingi hutan. Pengunjung yang hobi bersepeda gunung atau trail, biasanya menggunakan hutan tersebut untuk menyalurkan hobi mereka. Medan yang menantang cukup memacu adrenalin sehingga nyaris setiap akhir pekan banyak rombongan pecinta sepeda gunung yang datang.

Setelah lelah berjalan, kita bisa beristirahat di gasebo atau warung kecil yang ada di sekitar Curug Mandala. Fasilitas seperti kamar mandi dan mushola sudah ada namun kurang terawat. Curug Mandala ini sebenarnya pernah populer di tahun 90an namun sempat terbengkalai. Baru beberapa tahun belakang, warga setempat berinisiatif merawat lagi Curug Mandala. Hal ini terbukti dari spot swafoto dan tulisan Curug Mandala yang baru dibuat.

Curug Mandala ini debit airnya tergantung musim penghujan. Jika kemarau tentu saja airnya sedikit dan akan deras jika musim hujan datang. Konon ketika jaman Belanda, Curug Mandala terbentuk karena letusan bom. Dulu daerah Curug Mandala ini digunakan sebagai tempat pelarian dari tentara Belanda. Karena mengetahui hal tersebut, Curug Mandala dibom oleh tentara Belanda. Hal ini terlihat dari lubang besar di aliran air Curug Mandala.

Tepat di bawah aliran air Curug Mandala membentuk sebuah kolam. Pengunjung bisa berenang di area tersebut, apalagi ketika airnya jernih terasa dingin dan menyegarkan. Cocok untuk melepas penat dari aktivitas sehari-hari yang memusingkan. Atau pengunjung juga bisa hanya bersantai menikmati udara yang segar di area Curug Mandala. (Kasih/Kontributor)