Wisata Religi Makam Syekh Maulana Maghribi

Kecamatan Blado Batang menawarkan paket wisata komplit bagi pengunjung. Tak hanya bisa menikmati aneka wisata alam, seperti hamparan kebun teh pagilaran dan juga Curug Genting, di Kecamatan Blado pengunjung khususnya yang umat muslim bisa sembari berziarah ke makam Auliya Desa Wonobodro yang diyakini juga menjadi tempat petilasan dan makam Syekh Maulana Maghribi. 

Pemakaman ini bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar 50 menit dari alun-alun Batang. Perjalanan pun nantinya akan melewati beberapa tanjakan yang cukup curam. Lantaran kompleks pemakaman ini terbilang berada di perbukitan Batang. Meski begitu jalan menuju pemakaman ini terbilang mudah diakses. 

Suasana alam yang asri menyambut para peziarah ketika tiba di kompleks pemakaman. Untuk menuju pemakaman, peziarah harus melewati beberapa anak tangga. Meski begitu anak tangga yang ada di sini tidak terlalu menguras tenaga, dan masih bisa dijangkau oleh peziarah lansia. 

Biasanya sebelum masuk kompleks pemakaman, masyarakat terlebih dulu akan bersuci. Di sana sudah tersedia dua masjid untuk jamaah putra dan putri. Yang menarik, masjid jamaah putra memiliki fasilitas kolam mata air asli Wonobodro. Sehingga tak hanya berwudhu, peziarah juga bisa membawa air dari mata air tersebut untuk didoakan. Mata air di Wonobodro ini pun diyakini dapat menjadi lantaran barokah bagi para peziarah. 

Tak hanya air dari kolam tersebut, biasanya warga ataupun anak kecil sekitar juga sudah menyiapkan botol-botol berisi air mata air untuk dijual. Untuk kemasan sedang biasanya dijual sekitar Rp2 Ribu.  Sementara untuk kemasan air mineral besar dijual sekitar Rp3 Ribu. 

Setelah melewati beberapa anak tangga, peziarah akan melihat kompleks makan yang terbilang bersih dan sangat menyejukkan mata ini. Pasalnya kompleks makam ini meski sederhana, bisa terbilang cukup tertata dengan baik. Pepohonan yang rimbun turut membuat suasana sekitar semakin menyejukkan mata dan juga hati para peziarah. 

Tak hanya Makam Syeikh Maulana Maghribi saja, di kompleks tersebut juga dapat ditemukan makam Ki Ageng Pekalongan dan Ki Ageng Wonobodro. Selain itu juga masih ada beberapa makam Auliya Jawa lainnya yang disemayamkan di sana. 

Setiap tahunnya di kompleks pemakaman Auliya Wonobodro ini turut digelar peringatan haul besar-besaran, tepatnya setiap tanggal 13 Muharam tiap tahunnya. Tak ayal, Wonobodro pun biasanya dipenuhi ribuan peziarah bahkan dari luar Batang maupun luar Jawa. Tak hanya di tanggal 13 saja, biasanya peziarah sudah mulai memadati Wonobodro mulai awal bulan Muharam. 

Sepulang ziarah, jangan lupa untuk melarisi dagangan para pedagang lokal. Salah satu yang moncer adalah Opak Singkong. Opak singkong ini dijual dalam bentuk mentah ataupun sudah digoreng.  Opak ini dijual mulai Rp5-10 ribu per bungkus. Bahkan tak hanya opak singkong, kini juga tersedia opak kentang sebagai pilihan bagi pengunjung. 

Tak hanya opak, tersedia aneka pilihan lainnya. Bagi anda penggemar makanan manis aneka manisan bisa menjadi buah tangan. Selain itu ada kaca ampyang kacang yang manis dan legit. (Novia)