Yuk, Borong Oleh-Oleh Bandeng Pati

Sudah rampung berkeliling di Kota Pati ? Jika belum puas, silahkan melanjutkan liburan dan bersenang-senang di Bumi Mina Tani ini. Ada beragam tempat melancong yang menarik untuk dikunjungi, seperti Gua Pancur, Waduk Gunung Rowo, Wisata Jolong, dan lain-lain. Kalau mau kulineran, di Pati juga ada beragam makanan yang akan menggoyang lidah anda. Silahkan, bisa mampir di warung Nasi Gandul atau Soto kemiri.

Kalau sudah puas menikmati cita rasa dan indahnya kota ini, kini saatnya berburu oleh-oleh. Di Pati terkenal dengan olahan ikan bandengnya. Bahkan, ketika Anda hendak masuk ke kota Pati akan disambut dengan landmark berbentuk ikan bandeng.

Salah satu daerah yang terkenal dengan produksi olahan bandeng adalah kecamatan Juwana yang terletak di area jalan Pantura.

Di Juwana, tersebar industri pengolahan bandeng presto. Ikan air payau itu dimasak sedemikian rupa sehingga durinya menjadi lunak. Jadi, kalau hendak mengkonsumsi bandeng presto, tidak perlu ribet menyisihkan duri karena bisa langsung dimakan.

Bandeng presto biasanya mudah ditemui di tempat oleh-oleh di Pati atau di pasar-pasar tradisional. Biasanya, bandeng presto sudah dikemas dalam kotak dan tahan berhari-hari, sehingga sangat cocok jika akan dijadikan buah tangan saat anda selesai melancong ke Pati.

Selain dipresto, ikan bandeng juga bisa diolah dalam bentuk lain. Bandeng cabut duri misalnya. Otak-otak bandeng juga ada. Nampak luar seperti ikan bandeng pada umumnya, namun didalamnya sudah berbentuk olahan. Rasanya gurih dan empuk.

Olahan bandeng presto ini kerap dijadikan oleh-oleh warga luar kota setelah singgah di Pati. Seperti cerita Lina, warga dari Solo yang nampaknya hobi dengan olahan ini.  Awalnya ia tak tahu tentang nama kuliner olahan bandeng ini. Saat itu ia diberi olahan otak-otak bandeng. "Ternyata otak-otak bandeng, keluarga solo juga heran kok ada olahan Bandeng kek gini," katanya.

Lina sendiri merasa tertarik karena kondisi bandengnya yang tanpa duri dan tulang. Setelah ketemu dengan olahan otak-otak bandeng, menyantap pun tanpa ribet. Bahkan, menurutnya cocok juga untuk cemilan. 

Tak hanya berminat mengkonsumsi, ia pun tercetus ide untuk memasarkan olahan bandeng itu di Solo.  Menurutnya, orang-orang di sana cukup antusias terhadap kuliner ini. Mulai bertanya apa itu otak-otak hingga ingin tahu bagaimana cara membukinnya.

 "Aku jawab sebisaku dan dari informasi yg aku dapet dari bakul yang aku kulakan itu," katanya.

Selain itu, dengan ia memasarkan olahan bandeng di Solo, bisa membuat warga Pati yang tinggal di Solo lebih gampang menemukan makanan ini.

"Tidak perlu jauh-jauh pulang kampung dulu hehehe," imbuhnya.

 Melihat antusias itu, ia pun sampai sekarang bisa sepekan sekali ke Pati untuk membeli stok olahan bandeng.(Vachri/Kontributor)