Joglo Limasan Khas Mondokan Sragen

Bagi masyarakat Jawa, rumah adalah sebuah identitas.Tulisan ini mengajak Anda untuk menginjakkan kaki di bumi Tajug Loro ujung Sragen, yaitu Mondokan tepat berada di barat laut Sukowati, kurang lebih 25 km dari kota Surakarta. Sebab, meski sama-sama Sragen tidak ada daerah lain yang se-otentik Mondokan. Di berbagai daerah masih bisa menjumpai mode bangun seperti ini hanya saja bukan mayoritas. Dalam lingkup Jawa Tengah pun, masih sulit menemukan wilayah padanan yang se-epic Mondokan.

Selain Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta juga menyebut joglo sebagai rumah adat tradisional. Joglo sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis, yang akan dijumpai di sepanjang jalan Mondokan adalah Joglo Limas Sinom (Joglo Limasan tapi di Sinom, bukan murni joglo Sinom yang membutuhkan 36 tiang).

Joglo secara etimologi berasal dari kata Tajug  (Atap) dan Loro (Dua). Tajug adalah atap berbentuk segitiga yang menyimbolkan gunung sebagai tempat tinggi dan suci, selain tajug yang berjumlah dua buah sisi kanan dan kiri, unsur yang wajib dipenuhi dalam rumah joglo adalah Soko Guru, Cagak atau tiang yang berfungsi sebagai penopang, empat tiang tersebut sbagai arah atau penjuru mata angin, sebagian berasumsi bahwa empat soko guru tersebut melambangkan hari pasaran dalam budaya jawa yaitu pahing, pon, wage, dan legi, sementara kliwon adalah ratu yang berada di tengah.

Terdapat beberapa elemen tata ruang omah joglo yaitu pendopo, dalem, gandhok, pringgitan, senthong tengah, senthong kiwo dan senthong tengen, pekiwan, gadri, dan longkangan. Sebagai tempat tinggal masyarakat, kini joglo mengalami penyederhanaan dalam rancangbangun dan fungsi, biasanya hanya berisikan emperan (beranda), dalem (ruang utama), senthong tengah (kamar tengah yang dulu digunakan untuk menyimpan dewi sri atau padi, karena orang Jawa percaya nenek moyang adalah Dewi Sri dari kahyangan yang turun ke bumi untuk membawa kesuburan dan sumber pangan), senthong kiwo (kamar sebelah kiri) tempat menyimpan benda pusaka, senthong tengen (kamar sebelah kanan sebagai ruang tidur), gandri (ruang makan), pawon (dapur) dan elemen yang paling penting dan jangan sampai ketinggalan adalah lawang (pintu) dan cendelo (jendela).

Bagaimana? Menarik bukan? Sekilas tidak akan mendapatkan spot instagramable di sepanjang daerah ini, namun keindahan arsitektur joglo sangat kental terasa. Ini saatnya berwisata budaya di Mondokan, Sragen.