Keindahan Curug Semawur Kendal Yang Tiada Duanya

Kabupaten Kendal punya banyak hidden gems wisata alam. Salah satu adalah Curug Semawur yang belum banyak dikenal luas oleh masyarakat luar Kendal.

Tidak hanya dari curugnya yang menawan, tetapi akses menuju lokasi pun juga tak kalah indahnya. Mirip seperti perjalanan saat ke Dieng dengan bukit-bukit kecil dan jurang di sekelilingnya. Curug ini termasuk curug bertingkat dengan dua tingkat yang berbeda. Pada tingkat teratasnya bisa mencapai ketinggian sekitar 14 meter dan tingkat keduanya memiliki ketinggian lebih rendah yaitu 5 meter.  Bisa dibilang debit air di curug ini termasuk besar walau saat musim panas sekalipun dibandingkan air terjun lain di sekitarnya.

Tiket masuk Curug Semawur

Curug Semawur dinilai masih alami sehingga dari parkiran hingga ke curugnya harus melewati jalur yang seadanya. Jadi jangan heran jika harus trekking terlebih dahulu untuk sampai ke lokasi curugnya. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan untuk pengunjung, hanya saja saat di tempat parkirnya akan dikenakan biaya Rp 2.000,- untuk satu motor.

Karena tidak ada tiket masuknya, pengunjung dituntut harus ekstra hati-hati saat berada di lokasi sekitar air terjunnya. 

Suasana yang masih hijau alami, udara dingin, gemericik air, serta suara hewan-hewan hutan menambah kesan yang menenangkan ketika berkunjung di Curug Semawur ini.

Lokasi Curug Semawur

Curug Semawur berlokasi di Desa Kejiwan, Blumah, Platungan, Kendal yang hanya dapat diakses menggunakan kendaraan bermotor saja karena jalurnya yang masih sulit dilalui oleh mobil. Saat melewati jalanannya pun juga perlu hati-hati karena berkontur tebing yang agak curam.

Dari Kota Semarang setidaknya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan. Sedangkan dari parkiran menuju lokasi, pengunjung diwajibkan berjalan kaki kurang lebih selama 30 menit.

Mengingat Curug Semawur masih belum dikenal luas oleh wisatawan maka akses menuju ke lokasinya didominasi dengan jalan berbatu dan tanah yang kurang terawat. Selama perjalanan dari parkiran, pengunjung disuguhi pemandangan kebun kopi milik warga dan sesekali melewati sungai-sungai kecil.

Bisa dibilang curug ini masih bersih dengan warna air yang bening dan segar ketika diminum. Begitu juga dengan pepohonan dan semak hijau yang masih asri.

Saat musim hujan tiba, pengunjung perlu berhati-hati karena trek yang dilalui akan sangat licin. Sebaiknya juga mempersiapkan berbagai peralatan sebelum datang ke Curug Semawur seperti sandal / sepatu gunung, perbekalan, alat P3K, dan jaket.

Jika pengunjung datang saat musim hujan, sebaiknya tidak mandi atau bermain air di sekitar air terjun karena banjir bisa datang secara tiba-tiba. Belum lagi material yang ikut terbawa arus yang bisa membuatnya tidak aman.

Walau air terjun ini membutuhkan tenaga yang ekstra serta perjalanan yang lumayan jauh, namun semua itu akan terbayar ketika sudah sampai di lokasi air terjunnya. Pengunjung bisa puas bermain air atau sekedar melepas penat dari kesibukan kota. (Nico/ Kontributor)