Museum Soesilo Soedarman, Mengenal Jenderal Asli Cilacap

Generasi 90-an mungkin tidak mengenal sosok ini, kalaupun mengenal mungkin hanya sedikit info tentang beliau yang kalian tahu. Dia adalah Soesilo Soedarman jenderal dari Cilacap yang terkenal menjadi menteri di era orde baru.

Soesilo Soedarman lahir di desa Nusajati, kecamatan Maos, kabupaten Cilacap pada tanggal 10 November 1928. Karena pemekaran wilayah, sekarang desa Nusajati sudah masuk kecamatan Sampang. Dan beliau wafat di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta pada tanggal 18 Desember 1997 dimakamkan di Taman Makan Pahlawan Kalibata - Jakarta.

Semasa kecil Soesilo Soedarman diasuh oleh Eyang Dipakarsa, kakek buyut Soesilo Soedarman yang juga seorang penatus pertama desa Gentasari. Rumah Eyang Dipakarsa atau dikenal dengan Wisma Mbah Ageng inilah yang sekarang menjadi Museum Soesilo Soedarman. Tepatnya di desa Gentasari kecamatan Kroya kabupaten Cilacap. Wisma Mbah Ageng dibangun pada tahun 1899. Dijadikan museum sesuai dengan wasiat dari Soesilo Soedarman. Museum ini diresmikan pada tahun 2000 dan sudah mengalami beberapa kali pemugaran.

Ada apa saja di Museum Soesilo Soedarman?

Di Museum Soesilo Soedarman banyak dipajang barang peninggalan dan foto perjalanan hidup Soesilo Soedarman. Terutama ketika beliau berkarir sebagai TNI, menjabat sebagai duta besar, sampai menjadi menteri. Soesilo Soedarman juga salah satu lulusan terbaik Akademi Militer Yogyakarta angkatan pertama. Itulah kenapa di Museum Soesilo Soedarman ini banyak benda-benda dari dunia militer.

Ketika kita masuk, di halaman museum terpajang rapi pesawat, tank, dan peluru kendali. Di antaranya ada Pesawat Tempur Taktis OV-10F Bronco TNI-AU, pesawat tersebut pernah digunakan pada tahun 1981-1982 untuk Operasi Halilintar dan Operasi Pengamanan Laut Cina Selatan. Pada tahun tersebut Soesilo Soedarman menjabat sebagai Panglima Kolwilhan I, Sumatera dan Kalimantan Barat.

Bangunan utama museum berupa rumah joglo dengan teras luas dan banyak tiang dari kayu jati. Di bangunan utama ini dipajang barang-barang peninggalan, kliping, dan foto-foto kegiatan Soesilo Soedarman semasa hidup. Soesilo Soedarman pernah menjabat sebagai Duta Besar RI di Amerika Serikat tahun 1985-1988. Juga pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi tahun 1988-1993. Dan terakhir menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan tahun 1993 sampai wafat.

Selain bangunan utama juga ada ruang Tri Daya Cakti yang berisi miniatur tank, panser, dan foto-foto perjalanan hidup Soesilo Soedarman bersama TNI-AD. Kalau di ruang Swa Bhuana Paksa bertemakan TNI-AU, di ruang ini kita bisa melihat miniatur berbagai macam pesawat. Terakhir ruang Tri Brata yang bertemakan POLRI.

Semenjak tahun 2013, museum selain berfungsi sebagai sarana edukasi juga harus memiliki daya tarik hiburan. Itulah kenapa di belakang Museum Soesilo Soedarman dibangun kolam renang, perpustakaan, kereta putar, ayunan, dan pendopo gamelan. Agar pengunjung baik anak-anak sampai dewasa berminat mengunjungi Museum Soesilo Soedarman. (Kasih)