Santap Segar Dengan Soto Sokaraja

Adakah diantara kalian yang asli Sokaraja? Kalian harus berbangga karena salah satu kulinernya yang begitu khas banyak penggemarnya. Apalagi kalau bukan Soto Sokaraja atau orang Banyumas asli menyebutnya Sroto Sokaraja.

Sokaraja adalah salah satu kecamatan di Banyumas yang cukup ramai lalu lintasnya. Letaknya sangat strategis karena menjadi penghubung antara Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Hal ini menyebabkan banyak dibangunnya toko, warung makan, dan tempat-tempat penunjang untuk istirahat para pengendara.

Termasuk menjamurnya warung soto di sepanjang jalan di Sokaraja. Kita bisa menjumpai Soto Sokaraja dari warung emper jalan sampai rumah makan dengan fasilitas memadai. Dari yang baru buka sampai yang sudah buka puluhan tahun. Bahkan tidak hanya di Sokaraja saja, kita bisa menjumpai Soto Sokaraja di berbagai kota.

Soto yang tersebar di Indonesia memang banyak jenisnyanya dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Isi dan rasanya pun beraneka ragam, tergantung daerah asal soto tersebut. Bahkan penamaannya pun berbeda-beda tiap daerah. Ada yang menyebut soto, coto, sroto, sauto, dan tauto. Hanya ada kesamaan dari semua soto adalah makanan berkuah seperti sup yang berisi potongan daging dan sayuran.

Lalu, apa yang membedakan Soto Sokaraja dengan yang lainnya?

Dalam semangkok Soto Sokaraja ada beberapa isiannya. Soto sokaraja tidak memakai nasi melainkan ketupat yang dipotong kecil-kecil. Ketupat ini terbuat dari janur atau daun muda kelapa yang berisi beras. Sayuran tambahannya hanya kecambah dan daun bawang. Kecambahnya direbus dan daun bawangnya dipotong sedang tidak begitu kecil. Sayuran itu disajikan di atas ketupat.

Untuk dagingnya ada berbagai macam, tergantung selera kita. Awalnya Soto Sokaraja hanya menggunakan ayam kampung. Daging ayam kampung itu direbus dengan bumbu lalu digoreng sebentar dan disuwir. Hal itu membuat daging ayamnya empuk dan gurih. Namun, sekarang kita bisa menikmati daging lain seperti sapi dan babat yang dipotong-potong.

Setelah daging yang dipilih sesuai selera kita, Soto Sokaraja ditambah dengan remukan kerupuk merah dan sedikit ditaburi bawang goreng. Kuah kaldu dengan bumbu rempah yang khas dan panas menjadi penyempurna semangkok Soto Sokaraja. Kuah kaldu aslinya agak berwarna kuning dari kunyit.

Dan yang menjadi nilai tambah dari Soto Sokaraja adalah bumbu kacangnya. Bumbu kacang ini terpisah jadi kita bisa menambahkannya sesuai selera. Tambahkan bumbu kacang yang banyak agar makin nikmat. Seperti bumbu pecel, hanya saja bumbu kacang yang di Soto Sokaraja tidak pedas sama sekali. Kalau mau pedas, kita bisa menambahkan sambalnya.

Rasanya didominasi gurih dan sedap. Bumbu rempahnya membuat badan hangat. Apalagi disantap ketika kuah masih panas membuat keringat juga ikut bercucuran. Semangkok Soto Sokaraja saja sudah membuat kenyang perut kita. Dan jangan lupa makannya tambah gorengan khas Banyumasan, mendoan. Duh, nylekamin pisan. (Kasih/ Kontributor)