Berburu Sunrise Dan Sunset Di Candi Plaosan

Bila ada yang bertanya, di mana lokasi paling pas untuk mendapatkan panorama matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset) di Klaten, maka jawabnya adalah kompleks Candi Plaosan. Candi yang berada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan ini menawarkan suasana sunrise dan sunset yang sama cantiknya.

Lokasi Candi Plaosan sangat dekat dengan Candi Prambanan, yaitu 2,7 km atau sekira 6 menit perjalanan memakai kendaraan bermotor. Oleh karenanya, Candi Plaosan menjadi salah satu candi yang wajib disambangi setelah dari Candi Prambanan.

Candi Plaosan buka setiap hari mulai pukul 08.00–17.00 WIB. Candi Plaosan ditutup sementara sejak 16 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. Namun, pada 31 Agustus 2020, Candi Plaosan telah dibuka kembali untuk umum.

Selain di dalam kawasan Candi, Anda juga bisa menikmati kemegahan Candi Plaosan dari luar kompleks candi. Pun jika ingin mendapatkan suasana sunrise dan sunset yang begitu magis. Wisatawan bisa berfoto di area sekitar candi pada pagi atau sore hari. Hasilnya, Anda akan mendapatkan potret dengan latar belakang candi yang begitu megah serta cahaya matahari yang masuk dari celah-celah candi.

Namun, tidak ada salahnya datang pada siang hari, sebab terdapat hamparan rumput hijau mengelilingi pelataran area kompleks Candi Plaosan yang begitu luas.

Candi Plaosan berada di tengah kompleks pemukiman warga serta tengah persawahan. Ada dua bangunan kuno bersejarah di Candi Plaosan, yaitu Candi Plaosan Lor (utara) dan Candi Plaosan Kidul (selatan). Kedua kompleks candi ini hanya dipisahkan oleh sebuah jalan raya dan area persawahan.

Walau masih satu kompleks, tapi ada perbedaan yang tampak jelas dari kedua candi. Bangunan Candi Plaosan Kidul tidak semegah Candi Plaosan Lor, pun dengan kompleksnya. Candi utama yang tersisa di Candi Plaosan Kidul hanya candi perwara atau candi pengiring.

Berbeda halnya dengan Candi Plaosan Lor yang kerap jadi tujuan utama wisatawan. Candi Plaosan Lor terdiri dua candi utama yang disebut candi kembar. Alasannya, karena bentuk kedua candi ini mirip. Kedua candi utama tersebut dipisahkan oleh sebuah pagar dan jalan masuk yang menjadi penghubung menuju kedua candi utama.

Saat memasuki area candi, wisatawan akan disambut oleh sepasang Arca Dvarapala yang saling berhadapan sebagai penjaga pintu masuk. Arca tersebut berjumlah empat buah yang masing-masing mengapit candi utama utara dan selatan.

Ada keistimewaan yang menjadi pembeda Candi Plaosan Lor dengan candi lainnya, yaitu bentuk bangunan yang memiliki dua tingkat atau berlantai dua. Candi utama memliki enam ruang, yaitu tiga ruang di lantai atas dan tiga buah ruang di lantai bawah. 

Bila melihat dari bentuk atap yang berwujud stupa, Candi Plaosan berlatar belakang agama Buddha. Menurut para ahli, Candi Plaosan dibangun sekitar abad ke-9 pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno.

Uniknya, Candi Plaosan kerap menjadi lokasi prewedding. Siap mengajak pasanganmu ke Candi Plaosan? (Kontributor)