Yuk, Jajan Lontong Tuyuhan Khas Rembang

Bingung dengan menu makan siang? Ingin mencoba sajian berkuah dengan cita rasa unik? Kabupaten Rembang memiliki kuliner khas. Lontong Tuyuhan, namanya. Sekilas, jika dilihat bentuknya seperti opor ayam. Lontong tuyuhan biasanya disajikan dengan lauk daging ayam, tempe, dan tak lupa taburan bawang goreng sebagai toping di atasnya. Jika sudah masuk di lidah, rasanya memang pedas-pedas gurih.

Dari beberapa sumber menyebutkan, nama Tuyuhan sendiri diambil dari nama desa, yaitu Desa Tuyuhan yang berada di wilayah kecamatan Pancur. Namun demikian, Anda dapat juga dapat mencicipi kuliner ini di beberapa lokasi lainnya di Rembang, seperti alun-alun.

Jika Anda hendak menikmati lontong tuyuhan di sentra kuliner, Anda bisa berkunjung ke wilayah kecamatan Pancur, Lasem, dan sekitarnya. Di sana, terdapat area khusus warung-warung makanan yang hanya menjual menu Lontong Tuyuhan. Lokasinya sangat strategis, tepat di pinggir jalan. Anda dapat mengenali lokasinya dengan mudah karena sudah terdapat tulisan : Paguyuban Kuliner Khas Rembang Lontong Tuyuhan Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang.

Kata Anugrah, salah satu warga asli Rembang, mengaku lebih suka jajan di area sentra Lontong Tuyuhan yang berada di kecamatan Pancur. Sejak kecil, Anugrah sudah mengenal tempat itu, sehingga menjadi tempat langganan. Semasa SMA, ia dan kawan-kawannya menjadikan tempat itu sebagai lokasi favorit untuk nongkrong bareng. Terlebih, ketika pada momen-momen ulang tahun. Lontong Tuyuhan bisa menjadi menu traktiran. Lalu dinikmati bersama sambil seru-seruan bareng. ”Harganya per porsi sekitar 15 ribu. Rasanya rempahnya berasa. Sebetulnya ada tempat-tempat lain,” katanya.

Sentra kuliner ini ramai pada jam makan siang. Warung-warung dipenuhi pengunjung. Jika dilihat dari plat kendaraan, ada yang berasal dari luar kota. Di setiap warung terdapat meja panjang dan kursi panjang. Juga ada bilik tempat memajang lauk ayam. Lontong Tuyuhan memang terkenal disajikan menggunakan ayam kampung.  Jadi, di bilik kaca itu sudah dipajang berbagai bagian ayam. Mulai dada hingga paha. Ukurannya reatif lebih besar. Nah, wisatawan bisa bebas memilih bagian mana yang disuka.

Untuk kemasan lontongnya juga berbeda pada lontong pada umumnya. Jika biasanya dibungkus dengan daun pisang dan berbentuk lonjong, pada kemasan lontong tuyuhan ini terkenal dengan kemasannya yang berbentuk segitiga.

Penjual pun mengiris lontong tadi. Kemudian disiapkan di piring, lalu diguyurkan kuah kuning. Lontong-lontong tadi pun terlihat lebih segar. Makin mantap lagi ketika tertumpang lauk yang dipilih tadi. Kemudian ditaburkan toping bawang goreng di atasnya. Kini seporsi lontong tuyuhan sudah siap dinikmati. Boleh disruput kuahnya terlebih dahulu, boleh juga bareng dengan lontongnya, atau dicomot ayamnya. Bebas.  ”Lontong tuyuhan itu di lidah lebih kuat. Baunya juga enak,” kata Tia salah satu warga. (Vachri)