Asyiknya Menyeruput Kopi Di Tengah Panorama Hijaunya Batang Selatan

 Kabupaten Batang tak hanya memiliki pesona wisata pantai. Deretan hijaunya hutan di lereng Dieng Utara ini pun juga menjadi keindahan geografis alam Batang. Bahkan beberapa tahun terakhir wisata di selatan Batang menjadi salah satu wisata yang moncer hingga bagi wilayah tetangga. 

Ketenaran wisata di tengah hutan Batang pun menjadi pemantik bagi berkembangnya sektor ekonomi kreatif lainnya. Salah satunya adalah sektor kuliner yang kian tahun bermunculan diantara deretan sejuknya pepohonan rimba selatan Batang. Setelah Forest Kopi, berbagai cafe baru pun mulai muncul dan menawarkan aneka kuliner dan kopi dengan embel-embel fasilitas panorama alamnya. 

Salah satu yang kini digandrungi masyarakat adalah Metsa Kopi yang berlokasi di Jalan Raya Bandar-Batur Kembanglangit Kecamatan Blado Batang. Kafe yang buka sejak Desember 2020 ini pun hanya berjarak sekitar satu menit dari pendahulunya, Forest Kopi. Meski berada di kawasan yang sama keduanya menampilkan konsep dan panorama yang berbeda. 

Dengan penataan ala Industrial membuat Metsa Kopi terkesan lebih menunjukkan jiwa mudanya. Terlebih latar belakang pemandangan hutan damar semakin menambah syahdu suasana ngopi. Namun tak hanya menyuguhkan panorama hutan damar, di sisi lain juga nampak hamparan kebun teh yang semakin menyejukkan suasana. Pengunjung dipersilahkan memilih tempat sesuai dengan keinginan. 

Pemilik Metsa Kopi, Nanang mengatakan pihaknya memang sengaja mengambil konsep industrial cafe namun dengan kesan lainnya karena letaknya di tengah hutan.

"Kami mencoba menerapkan konsep industrial cafe ini di tengah hutan, agar berbeda dan ada kesan yang lain karena kebanyakan konsep industrial seperti itu di kota-kota eks pabrik," jelasnya. 

Desain interior industrial memiliki ciri khas unik biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Selain itu, beberapa spot juga didesain dengan jaring-jaring yang menggantung sehingga pengunjung bisa lebih santai.

Tidak hanya menyuguhkan pemandangan yang indah, terdapat 30 jenis minuman dan makanan modern yang bisa memanjakan lidah pengunjung.

Harga yang dibandrol pun cukup terjangkau mulai dari Rp 15 Ribu hingga Rp 35 Ribu saja. Varian menu minuman mulai dari cokelat, espresso, based, milk based, dan teh.

Satu lagi yang menjadikan Metsa Kopi berbeda dengan kedai kopi lainnya adalah dengan hadirnya konsep self service. Dimana pengunjung nantinya akan merasakan pengalaman melayani diri sendiri, mulai dari memesan, membayar dan membawa sendiri makanannya.

Dikatakannya, mayoritas pengunjung justru dari luar kota seperti Semarang, Tegal, dan Pekalongan. Ketika hari biasa, Metsa Kopi dapat dikunjungi sekitar 200 pengunjung, dan ketika akhir pekan bisa tembus hingga 500 pengunjung. (Novia/ Kontributor)